SEMINAR WARTA EKONOMI: MEWUJUDKAN KEDAULATAN DIGITAL INDONESIA

Ketergantungan terhadap platform digital dan ekosistem dari luar negeri ini sudah sangat besar sehingga perlu untuk membentuk regulasi yang memungkinkan industri domestik menjangkau produk teknologi penting di tingkat regional dan nasional. Pemerintah perlu menerbitkan perpu UU kedaulatan digital sehingga pemerintah dapat memberikan kerangka hukum yang jelas dan kuat untuk mengatur berbagai aspek kehidupan digital. Selain itu juga UU kedaulatan digital juga dapat menjadi landasan bagi inovasi dan pertumbuhan ekonomi di era digital ini, dengan memberikan kepastian hukum bagi pelaku bisnis dan investor dalam mengembangkan teknologi dan layanan digital.


Indonesia sudah seharusnya tidak lagi bergantung teknologi pada AS, China, atau negara lain. UU kedaulatan digital saat ini perlu menjadi aspek penting yang harus dibenahi, pasalnya undang-undang digital bertujuan untuk mengatur dan melindungi kedaulatan negara, termasuk pengaturan penggunaan data, perlindungan privasi online, keamanan cyber, regulasi platform digital, serta pengelolaan konten digital yang sesuai dengan nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.


Pada Selasa, 30 Juli 2024 Warta Ekonomi telah melaksanakan seminar bertema "MEWUJUDKAN KEDAULATAN DIGITAL INDONESIA BERSINERGI MEMBANGUN DAN MEMPERKOKOH DIGITALIASI NEGERI", dengan rangkaian kegiatan diantaranya :


  • Opening Speech oleh Bapak Muhammad Ihsan selaku CEO dan Pemimpin Redaksi Warta Ekonomi
  • Keynote Speech oleh Bapak Budi Arie Setiadi selaku Menteri Komunikasi dan Informatika RI
  • Moderator oleh Agus Sudibyo selaku Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI dan Ketua Dewan Pakar PWI

  • Sesi 1 - Regulator, Infrastuktur, Sektor Strategis dibahas oleh : 

  1. Bapak Erwin Haryono (Asisten Gubernur, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia)
  2. Bapak Heru Sutadi (Direktur Eksekutif ICT Intitute)

  • Sesi 2 - Finansial, AI, Masa Depan Streaming dibahas oleh :

  1. Slamet Aji Pamungkas (Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN)
  2. Ristiawan Suherman (Presiden Direktur CNAF)
  3. Aditya Dyan Permadi (VP Information Security PT DCI Indonesia)
  4. Bari Arijono (President Akademi Kecerdasan Buatan Indonesia/AKBI)
  5. Yanto Masyap (SVP Digital Retail Banking Bank Mandiri)


Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid. Dimana, pustakawan Perpustakaan KPw Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menghadiri secara online melalui Zoom menjadi peserta dalam kegiatan tersebut.


No documents
No comments

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirim komentar dan like
Login