E-Kliping Berita Ekonomi (5 november 2026)

Hallo Sobat Literasi

Melalui berita yang diterbitkan oleh _Harian Rakyat Bengkulu_ dengan judul *"Pemprov Bengkulu Benahi Data Ekspor CPO, Kejar Pengakuan Asal Sawit"*, Pemerintah Provinsi Bengkulu berupaya memperbaiki pencatatan asal komoditas minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang selama ini dikirim melalui Pelabuhan Teluk Bayur, Sumatera Barat. Meskipun Bengkulu menghasilkan lebih dari 1,5 juta ton kelapa sawit setiap tahun dan termasuk dalam delapan besar daerah penghasil sawit di Indonesia, sebagian CPO yang dikirim melalui pelabuhan tersebut berpotensi tercatat sebagai produk daerah lain. Untuk mengatasi persoalan tersebut, mulai Desember 2026 Pemprov Bengkulu menargetkan seluruh pengiriman CPO mencantumkan identitas asal produksi Bengkulu secara jelas. Pemerintah juga meminta seluruh pabrik kelapa sawit (PKS) mencantumkan asal komoditas serta melibatkan pemerintah kabupaten dalam pengawasan pengiriman. Perbaikan pencatatan ini dinilai penting untuk memastikan aktivitas produksi dan perdagangan sawit Bengkulu tercermin dalam statistik nasional, sekaligus memperkuat peluang daerah memperoleh Dana Bagi Hasil (DBH) perkebunan sawit dari pemerintah pusat. Selain itu, pengakuan asal komoditas diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam pemenuhan kebutuhan anggaran pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur daerah yang turut menanggung beban aktivitas angkutan sawit.


Selain berita di atas, Bapak/Ibu dapat membaca berita ekonomi lainnya yang berjudul:

1. Proyek Taman Remaja dan Jalan Rawa Makmur Bengkulu Baru 60 Persen

2. Penerimaan Daerah Tak Capai Target, Gubernur Siapkan Langkah Strategis

3. DJPb Bengkulu Kawal 4 Proyek Strategis APBN, Sekolah Rakyat Hampir Rampung

4. Bupati Temui Penambang Batu Rakyat, Jembatan Pasar Bawah Jadi Prioritas

5. Bapenda BU Genjot Kepatuhan Wajib Pajak



No documents
No comments

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirim komentar dan like
Login