DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - SELASA, 6 OKTOBER 2026

DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - SELASA, 6 OKTOBER 2026

NASIONAL

  • Rupiah Diproyeksi Melemah pada Selasa (6/10), Simak Sentimen yang Membayangi

Pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (6/10/2026) diproyeksikan masih akan dibayangi oleh meningkatnya tensi geopolitik global dan tantangan pasokan energi domestik. 

Melansir Bloomberg pada Senin (5/10/2026), rupiah ditutup melemah 0,20% atau 35 poin ke level Rp 17.917 per dolar AS, sejalan dengan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia yang juga tergelincir 0,11% atau 19 poin dari posisi Rp 17.898 menjadi Rp 17.917 per dolar AS.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan mata uang Garuda pada awal pekan ini utamanya dipengaruhi oleh eskalasi tensi geopolitik Timur Tengah dan dinamika perpolitikan di Amerika Serikat (AS), yang berpadu dengan kekhawatiran pasokan energi di dalam negeri. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dan menekan nilai tukar rupiah.

Baca Selengkapnya: https://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-diproyeksi-melemah-pada-selasa-610-simak-sentimen-yang-membayangi


KOTA CIREBON

  • Pemkot Cirebon Andalkan Mol Pangling Hadapi Tekanan Harga Pangan

Arus harga pangan di Kota Cirebon mendorong pemerintah memperkuat pengendalian inflasi melalui layanan pangan bergerak. Mobil Pangan Keliling menjadi inovasi Pemerintah Kota Cirebon untuk memperluas akses pangan murah hingga permukiman masyarakat.

Keberadaan Mol Pangling menjadi bagian strategi pemerintah menjaga daya beli masyarakat ketika harga pangan mengalami tekanan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Cirebon, Hj. Elmi Masruroh, mengatakan inovasi tersebut menjawab kebutuhan masyarakat.

Karakter perkotaan membuat kebutuhan pangan Cirebon relatif tinggi dengan ketergantungan pasokan dari daerah lain. Kondisi produksi dan distribusi daerah pemasok turut memengaruhi pergerakan harga pangan yang diterima masyarakat.

Baca Selengkapnya: https://rri.co.id/cirebon/regional/2787671/pemkot-cirebon-andalkan-mol-pangling-hadapi-tekanan-harga-pangan


KABUPATEN CIREBON

  • Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak di Wilayah Cirebon Aman

Perum Bulog Cabang Cirebon memastikan ketersediaan beras dan minyak goreng untuk kebutuhan masyarakat di wilayah Cirebon tetap aman, dengan dukungan stok beras yang tersebar di gudang serta pasokan minyak yang terus dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga.

Wakil Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon, Sandi Kusuma, mengatakan Bulog Cabang Cirebon memiliki stok beras medium yang tersimpan di sepuluh kompleks gudang yang tersebar di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kuningan, dan Majalengka. 

Menurutnya, stok tersebut menjadi salah satu instrumen Bulog untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendukung berbagai kegiatan penyaluran pangan murah di wilayah Cirebon.

Baca Selengkapnya: https://rri.co.id/cirebon/ekonomi/makro/2787810/bulog-pastikan-stok-beras-dan-minyak-di-wilayah-cirebon-aman


INDRAMAYU

  • Cegah Penyelewengan, 118 Ton Bantuan Beras yang Tak Diambil di Indramayu Ditarik ke Gudang Bulog

Perum Bulog Cabang Indramayu mencatat sebanyak 118.080 kilogram atau 118 ton beras Bantuan Pangan dikembalikan (retur) ke gudang setelah 3.936 Penerima Bantuan Pangan (PBP) tidak mengambil haknya. Beras yang diretur merupakan alokasi bantuan pangan untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026. 

Kepala Cabang Bulog Indramayu Apip Wijaya mengatakan, pihaknya telah berupaya mencari warga pengganti yang layak menerima bantuan tersebut. Namun, hingga batas akhir penyaluran pada 30 September 2026, tidak ditemukan penerima pengganti yang memenuhi ketentuan.

Secara keseluruhan, Kabupaten Indramayu mendapat alokasi bantuan pangan untuk 317.133 PBP. Masing-masing penerima berhak memperoleh 30 kilogram beras untuk kebutuhan selama tiga bulan. Namun, dalam proses penyalurannya, sebanyak 3.936 penerima tidak mengambil bantuan tersebut.

Baca Selengkapnya: https://bandung.kompas.com/read/2026/10/05/112433278/cegah-penyelewengan-118-ton-bantuan-beras-yang-tak-diambil-di-indramayu


MAJALENGKA

  • Kementan Siapkan Sumur Bor untuk Selamatkan 80 Hektare Sawah di Majalengka

Kekeringan mengancam lahan pertanian seluas sekitar 80 hektare di Dusun Bantarmerak, Desa Mekarwangi, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka. Keterbatasan akses air akibat kondisi lahan yang tinggi dan curam membuat air sungai di bagian bawah sulit dialirkan ke sawah.

Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan pembangunan irigasi perpompaan berbasis sumur bor dan pompa submersible untuk mengatasi persoalan tersebut. Langkah ini disiapkan setelah tim Kementan bersama pemerintah daerah melakukan verifikasi kondisi lapangan.

Hamparan sawah tersebut dikelola empat kelompok tani. Dari total lahan terdampak, sekitar 60 hektare telah mulai memperoleh aliran air melalui jaringan irigasi perpipaan yang diperoleh tahun ini. Sementara lahan yang belum teraliri akan menjadi sasaran pembangunan irigasi berbasis sumur bor.

Baca Selengkapnya: https://www.panennews.com/pertanian/amp/1683084180/kementan-siapkan-sumur-bor-untuk-selamatkan-80-hektare-sawah-di-majalengka


KUNINGAN

  • Pasar Renteng Kuningan Padukan Ekonomi dan Budaya, Jadi Kawasan Wisata Lokal Pelestarian Sejarah

Pasar tradisional tidak selalu identik dengan aktivitas jual beli. Di Blok Cibogo, Desa Kadugede, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, masyarakat membangun konsep pasar yang memadukan ekonomi kerakyatan, kuliner, kerajinan, seni, tradisi, dan pelestarian budaya.

Konsep itu terlihat di Pasar Renteng, yang digelar rutin setiap minggu pertama setiap bulan. Pasar yang diinisiasi Roem Institute tersebut menjadi ruang pertemuan antara kreativitas warga, warisan budaya, sekaligus potensi ekonomi lokal.

Bupati menilai keberagaman tersebut dapat menjadi modal penting untuk mengembangkan daya tarik wisata berbasis masyarakat. Namun, potensi itu menurutnya harus ditopang kualitas pelayanan dan lingkungan yang memadai.

Baca Selengkapnya: https://www.radarbangsa.net/berita/amp/3173086014/pasar-renteng-kuningan-padukan-ekonomi-dan-budaya-jadi-kawasan-wisata-lokal-pelestarian-sejarah


No documents
No comments

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirim komentar dan like
Login