DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - JUM'AT, 2 OKTOBER 2026
NASIONAL
Pengalaman Indonesia menghadapi hiperinflasi 650 persen pada 1966 menjadi pelajaran bagi Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kredibilitas APBN.
Kondisi ekonomi Indonesia saat itu sangat berat. Cadangan devisa habis, ekspor tertahan, dan utang luar negeri sangat masif. Menteri Keuangan Frans Seda kemudian menerapkan konsep anggaran berimbang dengan menyesuaikan belanja terhadap kemampuan negara mengumpulkan pendapatan. Inflasi turun secara bertahap hingga 85 persen pada 1968.
Suahasil melihat pendekatan tersebut tetap relevan meski tantangan ekonomi saat ini berbeda. Menurut dia, pemerintah perlu tetap memberi ruang bagi pertumbuhan dan sektor usaha, sekaligus menjaga stabilitas serta kepercayaan terhadap pengelolaan fiskal.
Baca Selengkapnya: https://money.kompas.com/read/2026/10/02/060000426/hiperinflasi-650-persen-1966-dan-pelajaran-yang-dipetik-suahasil
KOTA CIREBON
Perubahan pola cuaca yang tak menentu, krisis air bersih, ancaman banjir rob, hingga tekanan pasokan pangan kini menjadi realitas yang mengepung perkotaan. Masalah ini bukan lagi sekadar wacana di atas kertas, melainkan ancaman nyata di depan mata.
?Menjawab tantangan tersebut, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menghadiri forum Mayors Talk: Climate and Urban Resilience 2026 di IPB International Convention Center (IICC).
?Dalam arahannya, Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan pesan tegas. Kebijakan pembangunan daerah sudah wajib menggunakan kajian ilmiah dan proyeksi iklim sebagai pijakan utama.
?Menurutnya, persoalan pangan, krisis air bersih, tata ruang, dan risiko kebencanaan saling mengunci. Daerah tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri secara ego sektoral.
Baca Selengkapnya: https://cireboninsider.com/2026/10/01/ancaman-krisis-pesisir-jawa-kota-cirebon-tak-bisa-lagi-berjuang-sendirian/
KABUPATEN CIREBON
Harga pangan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat memasuki Oktober dengan pergerakan yang tidak seragam. Tercatat, harga cabai merah besar melonjak Rp3.350 menjadi Rp50.600 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah naik Rp3.150 menjadi Rp84.200 per kilogram.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional untuk Kabupaten Cirebon per Kamis (1/10/2026) menunjukkan kenaikan harga terjadi pada sejumlah komoditas cabai. Cabai merah besar tercatat naik 7,09%, sedangkan cabai rawit merah meningkat 3,89%.
Kenaikan juga terjadi pada cabai merah keriting, meski lebih terbatas. Harganya berada di Rp61.500 per kilogram atau naik Rp150 dari periode sebelumnya, setara 0,24%. Sementara itu, cabai rawit hijau bergerak berlawanan. Harganya turun Rp1.500 menjadi Rp50.300 per kilogram atau berkurang 2,90%.
Baca Selengkapnya: https://bandung.bisnis.com/read/20261001/549/2008802/oktober-di-cirebon-dibuka-dengan-harga-cabai-memanas-beras-masih-terkunci
INDRAMAYU
Di tengah ancaman El Nino yang identik dengan kekhawatiran terhadap ketersediaan air, sawah di Desa Sidamulya, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, justru masih memiliki pasokan air yang cukup untuk menopang aktivitas pertanian.
Bagi petani, kondisi itu bukan sekadar kabar baik. Air yang tetap tersedia berarti setelah panen selesai, persiapan untuk kembali menanam padi bisa dilakukan tanpa harus menunggu terlalu lama.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Perum Bulog saat melakukan peninjauan upaya peningkatan penyerapan gabah di Desa Sidamulya.
Baca Selengkapnya: https://min.co.id/2026/10/01/sawah-indramayu-tetap-produktif-di-tengah-ancaman-el-nino-petani-bersiap-tanam-lagi/
MAJALENGKA
Sebagai wujud kepedulian nyata terhadap krisis air bersih, Kepolisian Resor (Polres) Majalengka menggelar aksi kemanusiaan berskala besar di Mako Polres Majalengka.
Aksi sosial bertajuk Baksos Bagi-Bagi Air Bersih ini merupakan bagian dari program kerja strategis Kapolres Majalengka yang diselenggarakan melalui kolaborasi erat bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka dan PDAM Majalengka.
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 50 truk tangki dialokasikan untuk menyalurkan puluhan ribu liter air bersih secara serentak ke pemukiman warga di 8 kecamatan terdampak kekeringan.
Baca Selengkapnya: https://www.polisinews.com/2026/10/01/gandeng-pemkab-dan-pdam-kapolres-majalengka-lepas-50-tangki-air-bersih-ke-8-kecamatan/
KUNINGAN
inas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memperluas pemanfaatan pekarangan melalui program Tatapakan Jati pada 2026 yang menjangkau 92 kelompok di 92 lokasi.
Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah mengatakan program tersebut, merupakan pengembangan dari gerakan Taman Masagi yang telah dilaksanakan selama dua tahun untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang di sekitar rumah sebagai sumber pangan.
Ia menjelaskan Tatapan Jati merupakan akronim dari Tanam Tanah Pekarangan, Jaga dan Tekan Inflasi yang diarahkan untuk memperluas ruang produksi pangan di tingkat keluarga.
Menurut dia, pemanfaatan pekarangan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah, termasuk untuk tanaman pangan, hortikultura, tanaman obat, dan komoditas lainnya.
Baca Selengkapnya: https://kalbar.antaranews.com/berita/714100/diskatan-kuningan-perluas-pemanfaatan-pekarangan-lewat-tatapakan-jati