DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - RABU, 23 SEPTEMBER 2026

DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - RABU, 23 SEPTEMBER 2026

NASIONAL

• Ekonom: Utang BLBI ke BI Lunas, Tagihan ke Obligor Masih Jadi PR

Pelunasan utang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Bank Indonesia (BI) dinilai tidak serta-merta menyelesaikan persoalan kewajiban para obligor atau debitur BLBI kepada negara. 

Guru Besar Ekonomi Moneter Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair), Rahma Gafmi menilai perlu ada pemisahan antara penyelesaian utang pemerintah kepada BI dan penagihan piutang negara kepada para obligor BLBI.

Menurut dia, secara administratif dan akuntansi fiskal, yang diselesaikan pemerintah adalah kewajiban berupa surat berharga yang sebelumnya diterbitkan dalam kerangka penanganan krisis perbankan pasca-1998 dan dimiliki oleh BI.

Baca Selengkapnya: https://money.kompas.com/read/2026/09/23/100100726/ekonom--utang-blbi-ke-bi-lunas-tagihan-ke-obligor-masih-jadi-pr


KOTA CIREBON

• Perluas Akses Pengetahuan Generasi Muda, Pemkot Cirebon Apresiasi Gebyar Bahasa Arab Internasional 2026

Penguasaan bahasa asing dan pemanfaatan teknologi membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda terhadap ilmu pengetahuan, pendidikan, dan peluang di tingkat global. 

Karena itu, Pemerintah Kota Cirebon mendorong kegiatan yang dapat memperluas kompetensi generasi muda agar mereka memiliki bekal yang semakin kuat untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan kapasitas diri, sekaligus berkontribusi bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Cirebon mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut karena pengembangan kemampuan bahasa, literasi keilmuan, dan pemanfaatan teknologi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi generasi muda.

Baca Selengkapnya: https://cirebonkota.go.id/berita/perluas-akses-pengetahuan-generasi-muda-pemkot-cirebon-apresiasi-gebyar-bahasa-arab-internasional-2026


KABUPATEN CIREBON

• BPS Mengungkapkan PDRB Kabupaten Cirebon Rp19 Triliun Periode Triwulan I 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyebutkan capaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di daerah tersebut sudah tembus di angka sekitar Rp19 triliun pada triwulan I 2026.

Kepala BPS Kabupaten Cirebon Eko Aprianto di Cirebon, Selasa, mengatakan angka tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Cirebon yang mencapai 6,76 persen.

Menurut dia, penghitungan ekonomi secara triwulanan diperlukan untuk melihat perkembangan aktivitas ekonomi daerah, termasuk pola musiman yang terjadi pada setiap periode.

Baca Selengkapnya: https://jabar.antaranews.com/berita/708543/bps-mengungkapkan-pdrb-kabupaten-cirebon-rp19-triliun-periode-triwulan-i-2026?utm_source=chatgpt.com


INDRAMAYU

• Dukung Potensi UMKM dan Semarakkan HUT TNI, Kodim 0616/Indramayu Gelar Bazar Produk Unggulan Jajaran Koramil

Di Kodim 0616/Indramayu, kegiatan dipusatkan di Joglo Makodim 0616/Indramayu, Jalan Gatot Subroto No. 1, Desa Pekandangan, Kecamatan Indramayu.

Berbagai produk ditampilkan dalam bazar tersebut, mulai dari produk makanan hingga kerajinan yang berasal dari seluruh jajaran Koramil Kodim 0616/Indramayu. 

Selain itu, turut hadir Bazar Bulog Pekandangan Indramayu yang menambah keberagaman produk dan kebutuhan masyarakat yang ditawarkan.

Baca Selengkapnya: https://indramayu.pikiran-rakyat.com/lokal-indramayu/pr-1110464100/dukung-potensi-umkm-dan-semarakkan-hut-tni-kodim-0616indramayu-gelar-bazar-produk-unggulan-jajaran-koramil?utm_source=chatgpt.com#google_vignette


MAJALENGKA

• BTNGC Salurkan Bantuan Ekonomi Produktif Rp 300 Juta untuk Kuningan dan Majalengka

Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) menyalurkan bantuan ekonomi produktif senilai total Rp300 juta kepada 13 kelompok masyarakat desa penyangga di Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka.

Penyerahan bantuan dilakukan sebagai bagian dari upaya BTNGC mendorong peningkatan ekonomi dan pendapatan masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai.

Kepala BTNGC Toni Anwar SHut MT mengatakan, Taman Nasional Gunung Ciremai tidak hanya memiliki fungsi ekologis sebagai sumber mata air, pencegah banjir dan longsor, serta habitat satwa liar, tetapi juga memiliki peran sosial dan ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.

Baca Selengkapnya: https://kuninganmass.com/btngc-salurkan-bantuan-ekonomi-produktif-rp300-juta-untuk-kuningan-dan-majalengka/?utm_source=chatgpt.com


KUNINGAN 

• Produktivitas Meningkat, Panen Ubi Jalar di Kuningan Capai 42 Ton per Hektare, Diskatan Seriusi Boled Jadi Komoditas Menjanjikan

Kabupaten Kuningan mendorong ubi jalar jadi salah satu komoditas pangan yang bisa jadi sumber nilai tambah dan peningkatan kesejahteraan petani. 

Bukan tanpa alasan memilih ubi jalar alias boled, hasil demplot Pemkab Kuningan yang telah dipanen menunjukkan produktivitas ubi jalar mencapai sekitar 42 ton per hektare, meningkat dari kisaran 20–25 ton per hektare sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan produktivitas sebelumnya sebesar 25 ton per hektare, terdapat tambahan produksi sekitar 17 ton per hektare. 

Dengan asumsi harga ubi jalar Rp 4.000 per kilogram, tambahan produksi tersebut secara bruto memiliki nilai sekitar Rp 68 juta per hektare. Alasan itulah yang membuat Pemkab Kuningan menggagas GEMBOL (Gerakan Menanam Boled).

Baca Selengkapnya: https://kuninganmass.com/produktivitas-meningkat-panen-ubi-jalar-di-kuningan-capai-42-ton-per-hektare-diskatan-seriusi-boled-jadi-komoditas-menjanjikan/?utm_source=chatgpt.com


No documents
No comments

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirim komentar dan like
Login