DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - JUM'AT, 4 SEPTEMBER 2026
NASIONAL
Nilai tukar rupiah diproyeksi melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (4/9/2026). Pada perdagangan Kamis (3/9/2026), nilai tukar rupiah ditutup menguat 84 poin ke Rp17.679 per dolar AS.
Pergerakan rupiah bahkan sempat menguat hingga 105 poin secara intraday. Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan akhir pekan masih akan ditopang oleh sentimen positif dari dalam negeri.
Namun, pelaku pasar tetap mencermati arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).
Baca Selengkapnya: https://market.bisnis.com/read/20260904/93/2001274/nilai-tukar-rupiah-terhadap-dolar-as-hari-ini-jumat-4-september-2026
KOTA CIREBON
Gempuran pakaian impor dan maraknya penjualan barang luar negeri dengan harga murah memukul telak kelangsungan industri konveksi rumahan di Kota Cirebon.
Ubaidillah, salah seorang pelaku usaha konveksi pakaian jadi kepada Radar Cirebon, Kamis (3/9/2026) , mengungkapkan bahwa bisnis yang ia geluti mengalami kemunduran drastis dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak periode 2023 hingga pertengahan 2026.
Dampak dari gempuran produk impor ini, kata Ubaidillah, dirasakan langsung pada merosotnya omset bulanan pelaku usaha lokal. Jika pada masa normal usaha konveksinya masih stabil dengan omset mencapai Rp100 juta hingga Rp150 juta per bulan, kini angka tersebut merosot tajam.
Omset kotor saat ini hanya berkisar antara Rp8 juta hingga Rp12 juta per bulan, angka itu msih kotor belum bersih.
Baca Selengkapnya: https://radarcirebon.disway.id/kota-cirebon/read/229634/menjerit-di-tengah-gempuran-impor-industri-konveksi-rumahan-di-cirebon-terpuruk-hingga-gulung-tikar
KABUPATEN CIREBON
Komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam mendongkrak kesejahteraan masyarakat pesisir terus digelorakan. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), pemerintah daerah memfokuskan langkah strategis untuk memperkuat infrastruktur dan fasilitas pendukung di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang terletak di Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon.
Pengembangan kawasan pesisir ini menjadi salah satu pilar penting dalam memajukan sektor perikanan lokal sekaligus memberikan kenyamanan serta kemudahan bagi para nelayan dalam menjalankan aktivitas melaut sehari-hari.
Sekretaris DKPP Kabupaten Cirebon, Dimas Raditya Nugroho, menjelaskan bahwa optimalisasi fasilitas di KNMP Gebang Mekar terus berjalan secara bertahap guna memastikan sarana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal oleh komunitas nelayan setempat.
Baca Selengkapnya: https://jabarpublisher.com/2026/09/03/dorong-ekonomi-pesisir-pemkab-cirebon-fokus-perkuat-fasilitas-knmp-gebang-mekar/
INDRAMAYU
Tim peneliti IPB University yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Dedi Jusadi, M.Sc. mengembangkan growth promotor berbasis ekstrak rumput laut Gracilaria dan by-product perikanan untuk meningkatkan produktivitas tambak polikultur rumput laut--bandeng di Indramayu, Jawa Barat.
Inovasi tersebut diuji dalam bentuk demonstrasi plot (demplot) di lahan tambak milik anggota koperasi. Program memperkaya pakan yang selama ini digunakan pembudidaya setempat dengan formulasi growth promotor yang seluruh bahan bakunya berasal dari kawasan tambak itu sendiri: ekstrak Gracilaria hasil budidaya petambak, serta hidrolisat by-product perikanan berupa ikan-ikan kecil yang hidup di tambak lokasi budidaya.
Pilihan pada sistem polikultur bukan tanpa alasan. Rumput laut dan ikan bandeng dibudidayakan dalam satu badan air yang sama, sehingga perubahan kualitas perairan berdampak langsung pada kedua komoditas. Sistem ini menjadikan perbaikan daya dukung ekosistem dapat diamati secara bersamaan, dan sekaligus memperkecil risiko kegagalan tunggal bagi petambak.
Baca Selengkapnya: https://www.kompasiana.com/rafipranaja4640/6a990f52ed64155d655a2434/ipb-kembangkan-growth-promotor-sirkular-untuk-tambak-polikultur-indramayu#goog_rewarded
MAJALENGKA
Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mendorong modernisasi sektor pertanian tembakau melalui pemanfaatan teknologi pascapanen. Salah satunya dengan menghadirkan Solar Dryer Dome, fasilitas pengering tembakau berbasis energi surya yang diperuntukkan bagi Kelompok Tani Mekar Abadi di Desa Babakansari, Kecamatan Bantarujeg.
Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, H. Gatot Sulaeman, mengatakan Solar Dryer Dome menjadi langkah penting untuk memperbaiki proses penanganan pascapanen tembakau yang selama ini sangat bergantung pada kondisi cuaca.
Menurutnya, fasilitas tersebut dilengkapi sistem kontrol suhu dan kelembaban otomatis. Teknologi itu memungkinkan proses pengeringan berlangsung lebih terukur tanpa ketergantungan penuh terhadap cuaca maupun pemeriksaan manual secara terus-menerus.
Baca Selengkapnya: https://timesindonesia.co.id/ekonomi/606902/petani-tembakau-majalengka-tak-lagi-takut-hujan-teknologi-solar-dryer-jadi-solusi
KUNINGAN
Sektor pertanian menjadi salah satu kekuatan ekonomi Kabupaten Kuningan yang perlu didorong menuju produktivitas lebih tinggi. Hilirisasi dinilai dapat menjadi strategi untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus kesejahteraan petani.
Pakar Kebijakan Publik, Achmad Nur Hidayat, mengatakan mayoritas masyarakat Kuningan masih menggantungkan pekerjaan pada sektor pertanian. Kondisi tersebut membuat peningkatan produktivitas petani menjadi bagian penting dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Achmad menilai hasil pertanian perlu didukung rantai pasok yang menghubungkan petani dengan pelaku UMKM. Keterhubungan tersebut diperlukan agar komoditas lokal dapat diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Baca Selengkapnya: https://rri.co.id/cirebon/regional/2703984/hilirisasi-pertanian-dinilai-buka-peluang-usaha-dan-lapangan-kerja-di-kuningan