DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - KAMIS, 27 AGUSTUS 2026
NASIONAL
Pergerakan rupiah pada perdagangan Kamis (27/8/2026) diperkirakan masih akan terbatas. Pelaku pasar mencermati sentimen eksternal yang relatif mendukung rupiah, sementara perkembangan demonstrasi di Jakarta berpotensi meningkatkan volatilitas pasar valuta asing.
Pada perdagangan Rabu (26/8/2026), rupiah di pasar spot ditutup relatif stabil dengan kecenderungan melemah. Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp 17.725 per dolar AS, turun tipis 0,01% dibandingkan posisi Selasa (25/8/2026) sebesar Rp 17.723 per dolar AS.
Dari sisi domestik, kebijakan Bank Indonesia (BI) masih menjadi salah satu bantalan bagi pergerakan rupiah. Namun, investor juga perlu mencermati rencana demonstrasi pada Kamis (27/8/2026) di Jakarta.
Brahmantya menilai, aksi demonstrasi tersebut belum tentu secara langsung memberikan tekanan terhadap rupiah. Dampaknya terhadap pasar akan bergantung pada skala dan kondisi aksi yang berlangsung.
Baca Selengkapnya: https://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-diprediksi-sideways-demo-27-agustus-jadi-sorotan-pasar
KOTA CIREBON
OJK Cirebon menggelar Peringatan Hari Indonesia Menabung Tahun 2026 sekaligus Kick Off Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Cirebon, Rabu 26 Agustus 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan," menjadi momentum untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan sekaligus menanamkan budaya menabung kepada generasi muda sejak usia sekolah.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, mengatakan budaya menabung perlu ditanamkan kepada anak-anak tanpa memandang latar belakang ekonomi. Menurutnya, menabung bukan hanya kebiasaan bagi masyarakat yang mampu, tetapi juga bagi semua kalangan.
Ia menilai pemilihan Sekolah Rakyat sebagai lokasi kegiatan menjadi bagian dari komitmen OJK bersama industri jasa keuangan untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan. Kebiasaan menabung sejak dini diharapkan membentuk siswa menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, hemat, dan mampu mengelola keuangan di masa depan.
Baca Selengkapnya: https://rri.co.id/cirebon/ekonomi/keuangan/2680890/hari-indonesia-menabung-2026-ojk-dorong-literasi-keuangan-siswa-srt-1-cirebon
KABUPATEN CIREBON
Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon terus melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak kekeringan terhadap lahan pertanian di sejumlah wilayah.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Distan Kabupaten Cirebon, Pancawala, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kekeringan agar tidak berdampak pada produktivitas pertanian hingga menyebabkan gagal panen.
Menurutnya, upaya mitigasi dilakukan melalui berbagai program, di antaranya pemberian bantuan pompa air, irigasi perpompaan, pembangunan jaringan perpipaan, pengeboran sumur tanah dalam, hingga perbaikan saluran irigasi tersier.
Baca Selengkapnya: https://teraskata.com/cirebon/distan-kabupaten-cirebon-mitigasi-kekeringan-lahan-pertanian-petani-diminta-segera-melapor/
INDRAMAYU
Pemerintah Kabupaten Indramayu menyiapkan langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi melalui pengembangan enam Kawasan Peruntukan Industri (KPI) yang tersebar di sejumlah wilayah. Total kawasan yang disiapkan mencapai 14.110 hektar, dengan lokasi berada di luar kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Enam kawasan tersebut meliputi wilayah Sukra, Patrol-Kandanghaur, Losarang, Balongan-Juntinyuat, Krangkeng, dan Tukdana. Penyiapan kawasan industri ini menjadi bagian dari arah pembangunan jangka panjang Kabupaten Indramayu dalam memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengatakan, penyiapan Kawasan Peruntukan Industri tersebut merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk membuka ruang investasi yang lebih luas, sekaligus menciptakan peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Selengkapnya: https://www.cuplik.com/read/27112/Dukung-Rebana-dan-Metropolitan,-Indramayu-Siapkan-Enam-Kawasan-Industri-Seluas-14110-Hektar
MAJALENGKA
Sejumlah warga di Kabupaten Majalengka mempertanyakan perubahan status desil kesejahteraan dalam sistem pendataan pemerintah. Mereka mengeluhkan lonjakan desil yang naik mendadak, padahal kondisi ekonomi dirasakan belum membaik, bahkan sebagian mengalami penurunan penghasilan.
Salah seorang warga menyampaikan, perubahan status desil tersebut memicu kebingungan di masyarakat, khususnya bagi keluarga yang kondisi perekonomiannya tidak mengalami perbaikan.
Dinas Sosial Kabupaten Majalengka menyatakan bahwa persoalan pendataan kesejahteraan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak. Penanganan masalah ini membutuhkan sinergi antara masyarakat, pemerintah desa/kelurahan, pendamping sosial, pemerintah daerah, Badan Pusat Statistik, hingga pemerintah pusat demi menjamin penyaluran bantuan sosial tepat sasaran dan memutus rantai kemiskinan.
Baca Selengkapnya: https://koran.pikiran-rakyat.com/news/pr-30310414519/desil-kesejahteraan-warga-majalengka-berubah-masyarakat-pertanyakan-data-dtsen
KUNINGAN
Musim kemarau mulai menggerus pendapatan petani di Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Biaya produksi padi meningkat hingga sekitar 25%, sementara produktivitas lahan turun sekitar 20% akibat kebutuhan pengairan dan perawatan tanaman yang lebih tinggi.
Petani yang sebelumnya mengeluarkan biaya sekitar Rp8 juta untuk menggarap satu hektare lahan kini harus menyiapkan Rp10 juta. Tambahan biaya terutama digunakan untuk bahan bakar pompa, tenaga kerja penyiraman, dan pengendalian hama.
Pada saat yang sama, produksi gabah turun dari rata-rata 6 ton menjadi sekitar 4,8 ton per hektare. Dengan asumsi harga gabah Rp6.000 per kilogram, penerimaan petani turun dari sekitar Rp36 juta menjadi Rp28,8 juta per hektare.
Baca Selengkapnya: https://bandung.bisnis.com/read/20260826/550/1998899/kemarau-pangkas-untung-petani-padi-kuningan-hingga-33