E-Kliping Berita Ekonomi (24 Agustus 2026)

Hallo Sobat literasi

Melalui berita yang diterbitkan oleh Bengkulu Ekspress yang berjudul "Gerakkan Ekonomi Daerah, ASBANDA Usulkan Dana Pemerintah Pusat Ditempatkan di BPD". Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA) mendorong pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan memberikan ruang setara bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD). Tujuannya untuk mengambil peran lebih besar dalam program-program pemerintah dan pembiayaan ekonomi nasional.

Kemudian, usulannya yang disampaikan ASBANDA adalah mendorong agar dana pemerintah semakin diarahkan menjadi instrumen intermediasi produktif di daerah. Menurut Agus, penempatan dana pemerintah pada BPD yang sehat dapat dikaitkan dengan pembiayaan sektor-sektor prioritas. Seperti UMKM, pangan, perumahan, kesehatan, pendidikan dan infrastruktur.

Dengan skema tersebut, dana pemerintah tidak hanya berfungsi sebagai sumber likuiditas perbankan, tetapi juga mampu menciptakan efek pengganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Hingga Juni 2026, total aset 27 BPD yang tergabung dalam ASBANDA mencapai sekitar Rp1.043 triliun. Dari total aset tersebut, penyaluran kredit BPD mencapai sekitar Rp673 triliun, sementara dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp770 triliun.

Kebutuhan pembiayaan daerah masih sangat besar, terutama untuk UMKM, pangan, perumahan, kesehatan, pendidikan, transportasi dan pembangunan infrastruktur. Likuiditas BPD juga sangat berkaitan dengan siklus fiskal daerah, mulai dari transfer ke daerah, APBD, pembayaran ASN, belanja pemerintah, BUMD hingga berbagai transaksi dalam ekosistem pemerintah daerah.

Selain berita diatas Bapak Ibu dapat melihat berita lengkapnya di E-Kliping edisi 24 Agustus 2026.


No documents
No comments

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirim komentar dan like
Login