DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - JUM'AT, 21 AGUSTUS 2026
NASIONAL
Aset keuangan syariah Indonesia menyentuh Rp 3.250,22 triliun hingga Juni 2026. Meski nilainya sangat bombastis, tingkat inklusi keuangan syariah di masyarakat masih relatif rendah, yakni baru 13,24 persen.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dicky Kartikoyono, mengatakan angka tersebut menunjukkan skala industri keuangan syariah yang cukup besar, bahkan nilainya disebut telah setara dengan besaran Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Namun, nilai aset keuangan syariah baru menjadi salah satu indikator perkembangan keuangan syariah di Tanah Air. Pasalnya, tingkat inklusi keuangan syariah di masyarakat masih relatif terbatas.
Baca Selengkapnya: https://money.kompas.com/read/2026/08/21/081219426/aset-keuangan-syariah-capai-rp3250-triliun-tapi-inklusi-baru-1324-persen
KOTA CIREBON
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon menunjukkan wisatawan nusantara yang melakukan perjalanan dengan tujuan Kota Cirebon mencapai 274,45 ribu perjalanan pada Desember 2025. Pada bulan yang sama, tingkat penghunian kamar hotel gabungan bintang dan nonbintang mencapai 50,16 persen.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Cirebon mencatat 5.353 UMKM pada 2025. Kombinasi antara arus wisatawan dan besarnya basis UMKM tersebut membuka ruang yang cukup besar untuk membangun hubungan antara pariwisata dan ekonomi lokal.
Pemerintah Kota Cirebon juga menempatkan budaya dan warisan sejarah sebagai kekuatan yang dapat dikembangkan bersama ekonomi kreatif. Dalam pernyataan pemerintah daerah pada 2025, batik megamendung, tari topeng, empal gentong, dan nasi jamblang disebut sebagai bagian dari kekuatan ekonomi kreatif yang terus dikembangkan melalui pelibatan UMKM lokal.
Baca Selengkapnya: https://harindrawijayasakti.com/wisata-cirebon-dan-umkm-bagaimana-pariwisata-menggerakkan-ekonomi-lokal/
KABUPATEN CIREBON
Keberadaan Gudang Garam Rakyat (GGR) bantuan pemerintah pusat dinilai belum sepenuhnya mampu menjaga harga jual garam di tingkat petambak Kabupaten Cirebon. Saat produksi meningkat, harga garam justru kembali tertekan akibat terbatasnya pembeli dan lemahnya serapan pasar.
Abdul Manaf, penimbang sekaligus penggarap tambak garam di Desa Pangarengan, mengatakan intervensi pemerintah masih dibutuhkan, terutama melalui pembiayaan dan penyerapan hasil produksi.
Menurut Manaf, harga garam krosok saat ini hanya sekitar Rp880 per kilogram. Harga tersebut hanya terpaut tipis dengan garam industri yang berada di kisaran Rp900 per kilogram.
Baca Selengkapnya: https://suaracirebon.com/2026/08/20/turun-jadi-rp880-per-kilogram-gudang-belum-mampu-jaga-harga-garam-cirebon/
INDRAMAYU
Pemerintah memilih Desa Rambatan Kulon di Kecamatan Lohbener, Indramayu, sebagai lokasi persiapan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) karena perannya yang sangat strategis dalam menyokong kebutuhan pangan nasional.
Hal tersebut ditinjau langsung oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq dalam kunjungan kerjanya pada Kamis, 20 Agustus 2026, mengingat Indramayu mampu menyumbang produksi beras hingga 1,5 juta ton.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI, program KDKMP diharapkan dapat meningkatkan keandalan tata kelola ekonomi desa secara berkelanjutan. Kolaborasi ini juga ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Indramayu.
Baca Selengkapnya: https://rri.co.id/cirebon/asta-cita/2666747/wamenko-pangan-tinjau-kdkmp-indramayu
MAJALENGKA
Ketahanan pangan menjadi salah satu penopang penting pembangunan Kabupaten Majalengka. Hingga Juli 2026, daerah ini mencatat surplus beras mencapai 122.421 ton, di tengah upaya pemerintah menjaga produktivitas pertanian dan memastikan ketersediaan pangan masyarakat.
Bupati Majalengka H. Eman Suherman mengatakan, surplus tersebut ditopang oleh ketersediaan beras yang mencapai 294.086 ton, sementara kebutuhan masyarakat tercatat sekitar 171.666 ton.
Capaian serupa juga terjadi pada komoditas jagung. Hingga Juli 2026, Majalengka mencatat surplus jagung sebesar 13.755 ton, dengan kebutuhan sebanyak 29.157 ton dan ketersediaan mencapai 33.920 ton.
Baca Selengkapnya: https://timesindonesia.co.id/ekonomi/604412/majalengka-cetak-surplus-beras-122-ribu-ton-ekonomi-tumbuh-tertinggi-kedua-di-jabar
KUNINGAN
Pengembangan bawang putih mulai digenjot di Kabupaten Kuningan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengoptimalkan potensi lahan pertanian. Polres Kuningan bersama pemerintah daerah dan kelompok tani memulai Gerakan Tanam Bawang Putih di Desa Karangsari, Kecamatan Darma.
Gerakan tersebut dilaksanakan di lahan kelompok tani Rumah Tani dengan melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan serta kelompok tani setempat. Program ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi petani.
Potensi pengembangan bawang putih di Kabupaten Kuningan mencapai sekitar 17 hektare. Lahan tersebut tersebar di Desa Karangsari, Desa Puncak, dan Desa Gunungkeling dengan melibatkan empat kelompok tani.
Baca Selengkapnya: https://radarcirebon.id/2026/08/20/turun-ke-sawah-polres-kuningan-gerakkan-tanam-bawang-putih/