DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - SENIN, 10 AGUSTUS 2026

DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - SENIN, 10 AGUSTUS 2026


NASIONAL

  • Harga Emas Bertahan di Level Tinggi, Pasar Menanti Data Inflasi AS

Harga emas bertahan di level tinggi pada perdagangan awal pekan di pasar Asia, Senin (10/8/2026), setelah mencetak level tertinggi dalam tujuh pekan pada akhir pekan lalu. Investor kini menanti data inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Mengutip Reuters, harga emas spot hanya berubah tipis menjadi US$ 4.339,59 per troy ounce pada pukul 00.17 GMT. Posisi tersebut bertahan setelah harga emas melonjak lebih dari 7% sepanjang pekan lalu.

Kenaikan tersebut didorong data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan, sehingga memperbesar ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter The Fed.

Baca Selengkapnya: https://investasi.kontan.co.id/news/harga-emas-bertahan-di-level-tinggi-pasar-menanti-data-inflasi-as


KOTA CIREBON

  • Pemkot Cirebon Lanjutkan GPM Hingga Akhir 2026 Jaga Daya Beli Warga

Pemerintah Kota Cirebon memastikan program Gerakan Pangan Murah (GPM) terus dilaksanakan hingga akhir 2026 sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi melalui penyediaan bahan pangan dengan harga di bawah pasar.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengatakan program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga pangan di tengah fluktuasi harga sejumlah komoditas.

Edo menyampaikan selisih harga sejumlah komoditas dalam GPM cukup signifikan, sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca Selengkapnya: https://www.antaranews.com/berita/5684624/pemkot-cirebon-lanjutkan-gpm-hingga-akhir-2026-jaga-daya-beli-warga


KABUPATEN CIREBON

  • UMKM Topang 97 Persen Ekonomi Cirebon, Koperasi Diminta Jadi Offtaker

Sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu penopang utama ekonomi Kabupaten Cirebon. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 97 persen perekonomian Cirebon didorong sektor UMKM.

Melihat besarnya peran tersebut, Pemerintah Kabupaten Cirebon mendorong koperasi menjadi offtaker atau penyerap produk UMKM.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon, Dr Alex Suheryawan MSi mengatakan penguatan koperasi dan UMKM juga telah memiliki dasar regulasi melalui Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Cirebon tentang UMKM dan koperasi.

Regulasi tersebut menjadi landasan untuk mengikat berbagai elemen dalam pengembangan UMKM dan koperasi. Mulai dari akademisi, perusahaan, dunia usaha hingga sektor industri.

Baca Selengkapnya: https://rakyatcirebon.disway.id/cirebon-raya/read/669822/umkm-topang-97-persen-ekonomi-cirebon-koperasi-diminta-jadi-offtaker


INDRAMAYU

  • Waduk Cipancuh Dangkal, Minta BBWS Lakukan Pengerukan

Kondisi Waduk Cipancuh di Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, kembali menjadi sorotan publik akibat penurunan debit air pada musim kemarau. Masalah kekeringan ini mendapat respons dari politisi Partai Gerindra sekaligus mantan anggota DPRD Indramayu, Kasan Basari.

Ia menyebut luas waduk yang mencapai sekitar 700 hektare tersebut kini banyak tertutup sedimentasi lumpur. Kondisi ini terjadi lantaran waduk sudah bertahun-tahun tidak pernah mendapat penanganan pengerukan.

Menurut Kasan, keberadaan Waduk Cipancuh sangat krusial bagi kelangsungan hidup warga di kawasan Indramayu Barat. Waduk tersebut memiliki fungsi ganda yang vital untuk irigasi sektor pertanian sekaligus penyediaan air baku.

Baca Selengkapnya: https://rri.co.id/cirebon/regional/2638512/waduk-cipancuh-dangkal-politisi-gerindra-minta-bbws-lakukan-pengerukan


MAJALENGKA

  • Kekeringan Majalengka Meluas, Sumur Warga Mengering dan 200 Keluarga Kesulitan Air

Dampak kekeringan di Kabupaten Majalengka makin meluas. Selain berdampak pada lahan pertanian, juga menyebabkan mengeringnya sumur di rumah-rumah warga, seperti yang dirasakan oleh warga Desa Kedung Kencana, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka. 

Sejak satu bulan lalu, sumur terbuka dan pompa air yang biasa digunakan warga untuk mendapatkan air bersih sudah tidak mengeluarkan air atau mengering. Sedikitnya ada sekitar 200 keluarga di tiga blok yang sudah terdampak. Mereka mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. 

Saat ini warga hanya memanfaatkan air sungai untuk mencuci dan mandi, sedangkan untuk kebutuhan memasak dan air minum, warga terpaksa membeli air isi ulang dengan harga Rp 5.000 per galon.

Baca Selengkapnya: https://koran.pikiran-rakyat.com/news/pr-30310383532/kekeringan-majalengka-meluas-sumur-warga-mengering-dan-200-keluarga-kesulitan-air


KUNINGAN

  • Pasokan Air Berkurang Kadiskatan Kuningan Imbau Petani Tidak Paksakan Tanam Padi

Petani di Kabupaten Kuningan diimbau tidak memaksakan menanam padi selama pasokan air belum mencukupi. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kuningan mengingatkan, keputusan menanam harus mempertimbangkan kondisi sumber air guna menghindari risiko gagal panen atau puso di tengah puncak musim kemarau.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, menyusul prediksi musim kemarau tahun ini yang lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, setiap keputusan memulai musim tanam harus didasarkan pada kondisi riil ketersediaan air di lapangan, baik dari jaringan irigasi maupun sumber air lainnya.

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, Diskatan telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air, terutama lahan tadah hujan dan sentra pertanian yang belum didukung jaringan irigasi teknis maupun sumber air tanah yang memadai.

Baca Selengkapnya: https://www.kacenews.id/2026/08/09/pasokan-air-berkurang-kadiskatan-kuningan-imbau-petani-tidak-paksakan-tanam-padi


No documents
No comments

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirim komentar dan like
Login