DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - JUM'AT, 7 AGUSTUS 2026
NASIONAL
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyoroti adanya anomali dalam struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026. Meski sektor perdagangan mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 6,39 persen, sektor tersebut justru mengalami penurunan penyerapan tenaga kerja.
Direktur Pengembangan Big Data Indef, Eko Listiyanto mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu catatan penting di balik pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Menurut dia, sektor perdagangan merupakan salah satu penyumbang besar terhadap produk domestik bruto (PDB). Namun, data ketenagakerjaan menunjukkan jumlah pekerja di sektor tersebut justru berkurang sekitar 128.000 orang. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya berkualitas karena tidak diikuti penciptaan lapangan kerja yang sejalan.
Baca Selengkapnya: https://money.kompas.com/read/2026/08/07/055158126/indef-ungkap-anomali-ekonomi-ri-perdagangan-naik-639-persen-tapi-serapan
KOTA CIREBON
Lapangan Kebon Pelok mendadak diserbu warga sejak pagi, Kamis (6/8/2026). Langkah Banting Harga lewat Gerakan Pangan Murah (GPM) ke-21 kembali digelontorkan Pemerintah Kota Cirebon demi menggempur lonjakan harga bahan pokok di pasaran.
?Langkah kolaboratif ini bukan sekadar operasi pasar biasa. Ini adalah manuver taktis Pemkot Cirebon bersama Bank Indonesia dan Perum Bulog untuk mengintervensi stabilitas pasokan, sekaligus mengendalikan laju inflasi daerah secara nyata.
Potongan harga yang ditawarkan pun tak tanggung-tanggung. Komoditas bawang merah dan bawang putih dijual lebih murah hingga Rp4.000 per kilogram dibanding harga pasar. Sementara itu, telur ayam ras yang di pasaran tembus Rp25.000 hingga Rp26.000 per kilogram, di lokasi GPM dibanderol hanya Rp22.000 per kilogram.
Baca Selengkapnya: https://cireboninsider.com/2026/08/06/banting-harga-di-kebon-pelok-pemkot-cirebon-gempur-inflasi-lewat-pangan-murah-ke-21/
KABUPATEN CIREBON
Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Kabupaten Cirebon. Sejumlah desa mengalami krisis air bersih, sementara lahan pertanian di beberapa wilayah mulai terdampak akibat berkurangnya pasokan air.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon terus melakukan pemantauan dan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda mengatakan, hingga awal Agustus ini pihaknya telah mencatat sejumlah desa yang mengalami kekeringan.
Untuk kebutuhan air bersih, wilayah yang terdampak meliputi Desa Winduhaji Kecamatan Sedong, Desa Sampiran Kecamatan Talun, Desa Slangit Kecamatan Klangenan, dan Desa Sibubut Kecamatan Gegesik.
Baca Selengkapnya: https://radarcirebon.disway.id/kabupaten-cirebon/read/227262/empat-desa-di-cirebon-terdampak-kekeringan-lahan-pertanian-masih-aman
INDRAMAYU
Puluhan warga Desa Rawadalem, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, tampak memadati Pasar Murah PT Pertamina EP Jatibarang Field.
Warga terlihat berbondong-bondong sejak pagi menyerbu pasar murah yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu.
1.000 paket sembako yang disiapkan pada pasar murah terlihat ludes dalam waktu relatif singkat. Paket sembako tersebut dijual seharga Rp 30 ribu, dan berisi lima kilogram beras, dua liter minyak goreng, dua kilogram gula pasir, hingga lainnnya.
Baca Selengkapnya: https://cirebon.tribunnews.com/indramayu/185916/warga-desa-rawadalem-indramayu-padati-pasar-murah-pertamina-1000-paket-sembako-ludes
MAJALENGKA
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka memperkuat kolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk membentengi generasi muda dari ancaman narkotika.
Langkah ini diwujudkan melalui edukasi masyarakat, penguatan peran sekolah, hingga dorongan penerapan Integrasi Kurikulum Antinarkotika (IKAN) sebagai bagian dari gerakan nasional Ananda Bersinar (Anak Bersih Narkoba).
Bupati Majalengka Eman Suherman menegaskan bahwa pencegahan menjadi prioritas utama di tengah pesatnya pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Selengkapnya: https://www.posnews.co.id/majalengka-perkuat-benteng-antinarkoba-pemkab-dan-bnn-bergerak-lindungi-generasi-muda/
KUNINGAN
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mendampingi petani di daerah tersebut menyesuaikan pola tanam dengan ketersediaan air saat memasuki puncak musim kemarau pada Agustus 2026.
Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah mengatakan penyesuaian pola tanam diperlukan untuk mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan air. Menurut dia, pendampingan terutama difokuskan pada wilayah tadah hujan dan daerah yang memiliki keterbatasan sumber air.
Ia menyebutkan petani di wilayah tersebut diminta mempertimbangkan kondisi sumber air, sebelum menentukan waktu tanam dan jenis komoditas yang dibudidayakan.
Diskatan merekomendasikan petani mempertimbangkan tanaman yang lebih toleran terhadap kondisi kering, seperti jagung, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, dan palawija lainnya.
Baca Selengkapnya: https://jabar.antaranews.com/berita/701176/dinas-ketahanan-pangan-kuningan-dampingi-petani-sesuaikan-pola-tanam-musim-kemarau