PACITAN — Kemeriahan Festival Rontek Pacitan 2026 menjadi momentum strategis bagi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri untuk memperluas pemahaman publik terkait kebanksentralan. KPwBI Kediri menggelar kegiatan edukasi publik yang berfokus pada pengenalan profil, peran, serta tugas dan wewenang Bank Indonesia sebagai bank sentral Republik Indonesia.
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di area festival ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pelaku usaha, hingga masyarakat umum yang sedang menikmati pesta budaya tahunan tersebut.
Dalam pemaparannya, Pustakawan KPwBI Kediri memberikan penjelasan komprehensif mengenai apa itu Bank Indonesia sebagai lembaga negara yang independen. Edukasi ini penting diberikan agar masyarakat dapat membedakan fungsi Bank Indonesia sebagai bank sentral dengan bank umum yang melayani transaksi komersial sehari-hari.
"Bank Indonesia memiliki posisi vital dalam perekonomian bangsa. Melalui pendekatan literasi di Festival Rontek ini, kami ingin masyarakat paham bahwa BI hadir bukan untuk menghimpun dana perorangan seperti bank umum, melainkan menjaga kestabilan nilai Rupiah dan perekonomian nasional secara keseluruhan," terang Pustakawan KPwBI Kediri di sela-sela acara.
Materi edukasi dikemas secara lugas dan komunikatif melalui diskusi interaktif, para pengunjung diajak memahami tiga pilar utama tugas dan wewenang Bank Indonesia, yaitu:
Menetapkan dan Melaksanakan Kebijakan Moneter
Menjelaskan peran BI dalam mengendalikan jumlah uang yang beredar dan menetapkan suku bunga demi menjaga laju inflasi tetap stabil.
Mengatur dan Menjaga Kelancaran Sistem Pembayaran
Menjelaskan wewenang BI dalam mengeluarkan, mengedarkan, dan mencabut uang Rupiah, serta memastikan transaksi tunai maupun non-tunai di masyarakat berjalan aman dan efisien.
Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan (SSK)
Memaparkan fungsi BI dalam memantau potensi risiko keuangan negara guna mencegah krisis ekonomi yang dapat merugikan masyarakat luas.
Melalui sosialisasi ini, KPwBI Kediri berharap masyarakat Pacitan tidak hanya menikmati hiburan seni rontek, tetapi juga pulang dengan wawasan ekonomi yang lebih kuat mengenai lembaga kebanksentralan di Indonesia.