DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - JUM'AT, 24 JULI 2026
NASIONAL
Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 masih berada di kisaran 5,4 persen. Kendati demikian, pasar tenaga kerja masih mencatat banyak perusahaan masif melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat terdapat 32.389 buruh yang terkena PHK hingga paruh pertama 2026 ini.
Secara umum, fenomena ini terjadi karena kualitas dari pertumbuhan ekonomi tidak bersifat padat karya. Sebaliknya, investasi yang terjadi justru mengalir ke sektor padat modal seperti teknologi dan pertambangan. Sektor ini menyumbang angka produk domestik bruto (PDB) yang tinggi, tetapi hanya sedikit membutuhkan tenaga kerja manusia.
Baca Selengkapnya: https://money.kompas.com/read/2026/07/24/073900326/ekonomi-diprediksi-tumbuh-5-4-persen-mengapa-phk-masih-marak-
KOTA CIREBON
Dalam upaya mendorong pengembangan potensi wilayah serta meningkatkan peluang investasi di Kota Cirebon, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon melalui Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal melaksanakan kunjungan kerja ke Kelurahan Argasunya.
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari langkah strategis DPMPTSP Kota Cirebon untuk menggali informasi secara langsung mengenai berbagai potensi yang dimiliki wilayah Kelurahan Argasunya, baik dari aspek sumber daya, kondisi wilayah, kegiatan ekonomi masyarakat, maupun peluang pengembangan usaha dan investasi.
Melalui kunjungan tersebut, DPMPTSP Kota Cirebon melakukan koordinasi dan diskusi bersama pihak Kelurahan Argasunya guna mengidentifikasi potensi-potensi yang dapat dikembangkan menjadi peluang investasi yang produktif dan berkelanjutan.
_*Baca Selengkapnya:*_ https://dpmptsp.cirebonkota.go.id/berita/bidang-pengembangan-iklim-penanaman-modal-dpmptsp-kota-cirebon-kunjungi-kelurahan-argasunya-gali-potensi-dan-peluang-investasi-daerah
KABUPATEN CIREBON
Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mencari solusi terkait persoalan sampah, yang seakan setiap hari makin kompleks. Saat ini permasalahan yang dihadapi pemerintah tersebut sudah memasuki tahap Feasibility Study (FS).
Investor pengolahan sampah, PT RDF Nusantara pun telah memaparkan hasil studi kelayakan di hadapan Bupati Cirebon dan sejumlah perangkat daerah. Penjajakan perusahaan dalam negeri itu disebut-sebut melalui teknologi RDF yang dipadukan dengan sejumlah inovasi pengolahan sampah lainnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, ST., MM ., mengatakan dari sisi teknologi, investor menawarkan sistem pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), yakni bahan bakar alternatif pengganti batu bara yang dihasilkan dari sampah yang telah diproses dan dipadatkan. Teknologi RDF dinilai mampu mengurangi volume sampah sekaligus memiliki nilai ekonomis karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar industri.
Baca Selengkapnya: https://suaracirebon.com/2026/07/23/sampah-di-kabupaten-cirebon-akan-dijadikan-barang-bermanfaat/
INDRAMAYU
Puluhan ribu hektare areal tanaman padi di daerah lumbung pangan nasional, Indramayu terancam puso atau gagal panen akibat kekeringan.
Para petani menjadi khawatir apabila pasokan air tidak segera digelontorkan maka ancaman gagal panen musim tanam gadu hanya tinggal menunggu waktu dan akan menurunkan produksi padi daerah secara signifikan.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang menyebutkan areal tanaman padi yang terancam puso seluas 10.673 hektar. Hamparan itu tersebar di enam kecamatan di wilayah Indramayu barat seperti di Kecamatan Sukra, Patrol, Anjatan, Bongas, Gabuswetan dan Kandanghaur.
Baca Selengkapnya: https://harianpelitanews.id/puluhan-ribu-hektare-tanaman-padi-di-indramayu-terancam-puso/
MAJALENGKA
Dalam kurun waktu sepekan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas, meninggalkan jejak hitam di bentang alam perbukitan dan lahan kritis.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka mencatat, sebanyak 12 kejadian kebakaran terjadi sepanjang 12 hingga 21 Juli 2026. Luas lahan yang terdampak mencapai 10,85 hektare, tersebar di berbagai kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Majalengka, Agus Tamim mengungkapkan bahwa kondisi cuaca ekstrem selama musim kemarau menjadi faktor utama cepatnya penyebaran api. Vegetasi kering yang dipadukan dengan hembusan angin kencang menjadikan semak belukar, kebun, hingga lahan perbukitan sangat rentan terbakar.
Baca Selengkapnya: https://timesindonesia.co.id/peristiwa-daerah/600447/karhutla-mengganas-di-majalengka-1085-hektare-lahan-hangus-dalam-sepekan
KUNINGAN
Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi meluncurkan Rumah Sayur Kabupaten Kuningan di Kompleks Perumda Aneka Usaha Daerah (PDAU) Kuningan.
Kehadiran pusat distribusi ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat rantai pasok pangan, menjaga stabilitas harga, serta mendongkrak kesejahteraan petani lokal melalui kolaborasi bersama Rumah Tani Nusantara.
Bupati Dian menjelaskan bahwa Kabupaten Kuningan mengantongi modal besar berupa lahan pertanian subur dan pasokan air yang melimpah. Tantangan utamanya kini mengolah potensi tersebut agar berdampak langsung pada tingkat ekonomi para petani.
Ia memproyeksikan Rumah Sayur ini sebagai cikal bakal lahirnya pusat-pusat distribusi pertanian baru di seluruh wilayah Kuningan.
Baca Selengkapnya: https://fokusjabar.id/2026/07/23/perkuat-ekonomi-daerah-rumah-sayur-kabupaten-kuningan-wadahi-produk-hortikultura-lokal/#google_vignette