DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - KAMIS, 23 JULI 2026

DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - KAMIS, 23 JULI 2026

NASIONAL

  • Harga Pangan Hari Ini 23 Juli 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp95.000 per Kg

Harga mayoritas komoditas pangan pokok di pasar tradisional di berbagai provinsi Indonesia kompak mengalami kenaikan pada Kamis (23/7/2026). 

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, lonjakan harga paling signifikan terjadi pada kelompok komoditas hortikultura, terutama cabai dan bawang.

Kenaikan ini membuat harga cabai rawit merah menembus Rp95.000 per kilogram, sementara cabai merah keriting dan cabai merah besar sama-sama diperdagangkan di level Rp87.500 per kilogram.

Baca Selengkapnya: https://www.kompas.tv/ekonomi/681890/harga-pangan-hari-ini-23-juli-2026-cabai-rawit-merah-tembus-rp95-000-per-kg


KOTA CIREBON

  • Tiga Kawasan Pesisir di Kota Cirebon Diusulkan Program KNMP 2026

Pemerintah Kota Cirebon mengusulkan tiga kawasan pesisir masuk dalam program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2026 yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon, Elmi Masruroh mengatakan, pengusulan tiga KNMP tersebut, guna meningkatkan sarana pendukung aktivitas nelayan.

Ia mengusulkan tiga lokasi KNMP, yakni Cangkol, Kesenden, dan Panjunan. Ketiga lokasi tersebut sebelumnya telah disurvei oleh tim dari KKP sebagai bagian dari tahapan verifikasi.

Baca Selengkapnya: https://suaracirebon.com/2026/07/22/tiga-kawasan-pesisir-di-kota-cirebon-diusulkan-program-knmp-2026/


KABUPATEN CIREBON

  • Cirebon Panen Lebih Banyak, tapi Sulit Naik Kelas

Produksi padi Kabupaten Cirebon kembali meningkat pada dua tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, produksi gabah kering giling (GKG) Kabupaten Cirebon mencapai 568.548 ton pada 2025, naik sekitar 11,3% dibandingkan 2024 yang sebesar 510.632 ton.  

Kenaikan tersebut berjalan seiring bertambahnya luas panen dari 84.466 hektare menjadi 93.883 hektare. 

Peningkatan itu menunjukkan sektor pertanian Cirebon mulai pulih setelah mengalami penurunan produksi pada 2024. Bertambahnya areal panen turut mendorong kenaikan produksi sehingga Kabupaten Cirebon tetap bertahan sebagai salah satu sentra pangan utama di Jawa Barat. 

Namun, capaian tersebut belum cukup menjadikan Cirebon sebagai daerah dengan daya saing tertinggi di sektor tanaman pangan. Dibandingkan kabupaten-kabupaten sentra padi di kawasan Pantai Utara Jawa Barat, produksi Cirebon masih terpaut cukup jauh.

Baca Selengkapnya: https://bandung.bisnis.com/read/20260722/549/1990064/cirebon-panen-lebih-banyak-tapi-sulit-naik-kelas


INDRAMAYU

  • Pertamina Tekan Stunting di Indramayu Lewat Program GARBATERA

PT Pertamina Patra Niaga  memperkuat kesehatan masyarakat, dan mendorong kemandirian ekonomi warga sekitar wilayah operasional Integrated Terminal (IT) Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, melalui program Community Involvement & Development (CID) Gerakan Balongan Sehat dan Sejahtera (GARBATERA).

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat merupakan dua fondasi dasar, untuk menciptakan masyarakat yang mandiri sekaligus menjadi investasi utama bagi penguatan bangsa di masa depan.

Kitty mengatakan, program GARBATERA dirancang terpadu untuk menangani kasus stunting, pemenuhan gizi anak dan ibu hamil, pencegahan penyakit menular seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), serta pengembangan UMKM lokal.

Baca Selengkapnya: https://infopublik.id/kategori/nasional-sosial-budaya/979817/pertamina-tekan-stunting-di-indramayu-lewat-program-garbatera


MAJALENGKA

  • Tak Dapat Pasokan Air 72 Hektare Sawah Gagal Panen

Areal sawah seluas 72 hektare, di antaranya di Blok Tegalsoga dan Blok Hauranak, Desa Panyingkiran, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, dipastikan gagal panen akibat tidak mendapat pasokan air.

Pada tahun depan, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) pun berencana melakukan normalisasi saluran pembuang Cibuaya yang ada di wilayah Desa Panyingkiran agar debit air dari sodetan Bendung Rentang meningkat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, mengatakan jika BBWS pada tahun depan bisa merealisasikan pelaksanaan normalisasi saluran pembuang Cibuaya yang ada di Desa Panyingkiran, debit air dari sodetan Bendung Rentang akan meningkat dan ancaman kekeringan semakin bisa lebih diminimalisasi. 

Sementara itu, Bupati Majalengka, Eman Suherman saat melakukan monitoring ke lapangan mengakui bahwa sawah yang mengalami kekeringan di antaranya di Desa Panyingkiran seluas 72 hektare, tidak bisa dipanen.

Baca Selengkapnya: https://koran.pikiran-rakyat.com/news/pr-30310349688/tak-dapat-pasokan-air-72-hektare-sawah-gagal-panen


KUNINGAN

  • Potensi Pasar Menjanjikan, Diskatan Kuningan Pacu Pengembangan Buah Naga dan Agrowisata

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menetapkan buah naga sebagai salah satu produk hortikultura prioritas. Komoditas ini dinilai berprospek cerah dalam mendongkrak taraf ekonomi para petani setempat.

Kepala Diskatan Kuningan, Wahyu Hidayah, menyampaikan bahwa pangsa pasar buah naga yang terus membendung memberi sinyal positif agar pembudidayaannya semakin diperluas.

Wahyu menjelaskan, pemerintah daerah berfokus memajukan komoditas ini lewat program pendampingan teknis kepada petani sekaligus mengedukasi publik terkait potensi keterjualan buah naga.

Baca Selengkapnya: https://timesindonesia.co.id/peristiwa-daerah/600281/potensi-pasar-menjanjikan-diskatan-kuningan-pacu-pengembangan-buah-naga-dan-agrowisata


No documents
No comments

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirim komentar dan like
Login