DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - SENIN, 20 JULI 2026

DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - SENIN, 20 JULI 2026

NASIONAL

  • Rupiah Berpeluang Menguat pada Senin (20/7/2026)

Nilai tukar rupiah berpeluang melanjutkan penguatan pada Senin (20/7/2026), meski pergerakannya masih dibayangi ketidakpastian global, terutama memanasnya konflik di Timur Tengah yang berpotensi mendorong harga minyak dunia tetap tinggi.

Melansir Bloomberg, pada Jumat (17/7) kurs rupiah di pasar spot ditutup menguat Rp 65 atau 0,36% menjadi Rp 17.921 per dolar AS. Dalam sepekan, kurs rupiah spot menguat 0,80% dari posisi Rp 18.065 per dolar AS pada Jumat (10/7).

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah berpeluang menguat pada perdagangan Senin (20/7/2026).  Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 17.870 hingga Rp 17.930 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Baca Selengkapnya: https://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-berpeluang-menguat-pada-senin-2072026-cermati-sentimen-pendorongnya


KOTA CIREBON

  • Mayoritas Harga Pangan di Cirebon Naik pada Pekan Ketiga Juli

Mayoritas harga pangan di Kabupaten Cirebon mengalami kenaikan pada Senin (20/7/2026) atau memasuki pekan ketiga Juli. Kenaikan terjadi pada sejumlah komoditas utama, mulai dari berbagai jenis beras, cabai, daging ayam, telur ayam ras hingga minyak goreng kemasan. 

Sementara itu, hanya beberapa komoditas yang tercatat mengalami penurunan, yakni bawang merah, bawang putih, dan cabai merah keriting. 

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, kenaikan tertinggi terjadi pada komoditas cabai rawit hijau yang mencapai 12,16% menjadi Rp58.100 per kilogram, atau bertambah Rp6.300 dibandingkan hari sebelumnya.

Baca Selengkapnya: https://bandung.bisnis.com/read/20260720/549/1989307/mayoritas-harga-pangan-di-cirebon-naik-pada-pekan-ketiga-juli


KABUPATEN CIREBON

  • Disnaker Kabupaten Cirebon Gandeng Dunia Usaha Cetak Wirausaha Baru

Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon membuka Program Peningkatan Produktivitas (Kewirausahaan) bagi pencari kerja di Aula Dudika Disnaker Kabupaten Cirebon. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi, produktivitas, serta mendorong lahirnya wirausaha baru melalui kemitraan dengan dunia usaha.

Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, mengatakan dunia kerja saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga produktif, disiplin, adaptif, kreatif, dan memiliki kemauan untuk terus belajar.

Menurut Novi, program tersebut dirancang untuk memperkuat konsep link and match antara pelatihan dengan kebutuhan dunia usaha. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh materi pelatihan, tetapi juga pengalaman kerja secara langsung.

Baca Selengkapnya: https://www.inilahkoran.id/disnaker-kabupaten-cirebon-gandeng-dunia-usaha-cetak-wirausaha-baru


INDRAMAYU

  • Indramayu Target Produksi Padi Tembus 1,6 Juta Ton pada 2026

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu menargetkan produksi padi pada 2026 bisa mencapai angka 1,6 juta ton dari luas panen sekitar 230 ribu hektare.

Kepala DKPP Kabupaten Indramayu, Sugeng Heryanto mengatakan target tersebut disusun berdasarkan luas baku sawah (LBS) sekitar 125 ribu hektare dengan indeks pertanaman (IP) sebesar 1,8.

Menurut dia, produktivitas padi di Indramayu saat ini rata-rata mencapai 6,6 ton per hektare sehingga produksi tahunan diperkirakan bisa mencapai 1,6 juta ton, bahkan bisa melampaui angka tersebut.

Baca Selengkapnya: https://jabar.antaranews.com/berita/699433/indramayu-target-produksi-padi-tembus-16-juta-ton-pada-2026


MAJALENGKA

  • Kenaikan APBD Majalengka Proyeksi Pendapatan Daerah 2027 Capai Tiga Triliun

Pemerintah Kabupaten Majalengka memproyeksikan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2027 mencapai Rp 3,215 triliun, atau naik lebih dari Rp 300 miliar dibandingkan APBD 2026 yang hanya Rp 2.989.983.851.132. 

Menurut Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Majalengka, Yayan Sumantri angka proyeksi APBD sebesar Rp 3,215 triliun itu sesuai dengan yang tertuang dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) 2027 yang telah disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka. 

Kenaikan yang cukup besar ini, rencananya berasal dari dana transfer dan dana cadangan investasi sebesar Rp 176 miliar, yang semula akan diinvestasikan untuk pengembangan Bandara Intersional Jawa Barat (BIJB). Selain itu, kenaikan juga terjadai pada badan layanan umum daerah (BLUD) dan proyeksi anggaran dari dana alokasi khusus (DAK) yang diperuntukkan bagi sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastuktur.

Baca Selengkapnya: https://koran.pikiran-rakyat.com/news/pr-30310343460/kenaikan-apbd-majalengka-proyeksi-pendapatan-daerah-2027-capai-tiga-triliun


KUNINGAN

  • Lahan Kritis di Timur Kuningan Disiapkan Jadi Kawasan Industri

Pemda Kuningan menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi tingginya angka pengangguran dengan mengubah lahan-lahan kritis di wilayah timur menjadi Kawasan Peruntukan Industri (KPI).

Kebijakan ini menjadi salah satu terobosan utama dalam draf revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kuningan periode 2026–2046.

Setelah lebih dari 15 tahun tanpa pembaruan, revisi RTRW kini dirancang tidak hanya sebagai pedoman penataan ruang, tetapi juga sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui masuknya investasi dan pembukaan lapangan kerja.

Baca Selengkapnya: https://radarcirebon.id/2026/07/19/lahan-kritis-di-timur-kuningan-disiapkan-jadi-kawasan-industri/


No documents
No comments

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirim komentar dan like
Login