DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - RABU, 15 JULI 2026
NASIONAL
Pemerintah berupaya meningkatkan rasio pajak (tax ratio) melalui perluasan basis pajak tanpa menaikkan tarif. Langkah tersebut ditempuh di tengah rasio pajak Indonesia yang masih termasuk terendah di Asia Pasifik serta proyeksi penerimaan pajak tahun ini yang kembali berpotensi tidak mencapai target.
Salah satu sasaran utama kebijakan tersebut ialah menjangkau aktivitas ekonomi yang selama ini belum masuk ke dalam basis perpajakan, seperti ekonomi digital, sektor informal, dan ekonomi bayangan (shadow economy).
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, strategi jangka menengah pemerintah difokuskan pada perluasan basis perpajakan melalui pemanfaatan data dan teknologi. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat penerimaan negara tanpa menambah beban tarif bagi wajib pajak.
Baca Selengkapnya: https://www.kompas.id/artikel/tax-ratio-masih-tertinggal-pemerintah-bidik-ekonomi-bayangan
KOTA CIREBON
Pemerintah Kota Cirebon membentuk Satuan Tugas (Satgas) Optimalisasi Penerimaan Pajak Daerah untuk mengejar penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus memperkuat pengawasan terhadap wajib pajak yang menunggak.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Cirebon M. Arif Kurniawan di Cirebon mengatakan pembentukan satgas tersebut ditetapkan melalui Keputusan Wali Kota Cirebon Nomor 169 Tahun 2026.
Menurut dia, keterlibatan aparat penegak hukum (APH) diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya.
Baca Selengkapnya: https://jabar.antaranews.com/berita/699136/kota-cirebon-bentuk-satgas-pajak-untuk-kejar-penerimaan-pad
KABUPATEN CIREBON
Program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS) mulai diterapkan di Desa Beberan, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon.
Tahap awal program Kementerian Pertanian tersebut ditandai dengan pengolahan lahan seluas satu hektar, sebagai persiapan penanaman padi menggunakan sistem tanam benih langsung (tabela).
Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Palimanan, Eeb, mengatakan pengolahan lahan merupakan tahapan awal sebelum dilakukan pengairan untuk menjaga kelembaban tanah. Setelah itu, benih akan ditanam menggunakan metode tabela yang menjadi salah satu teknologi dalam program PMAAS.
Baca Selengkapnya: https://radarcirebon.disway.id/kabupaten-cirebon/read/225288/petani-palimanan-mulai-terapkan-pmaas-produktivitas-padi-ditarget-naik-hingga-13-ton-per-hektare
INDRAMAYU
Para peternak ayam petelur di sejumlah desa di Kabupaten Indramayu mengeluhkan anjloknya harga telur ayam negeri di pasaran. Saat ini harga komoditas tersebut di lokasi kandang terpantau hanya berkisar Rp23.000 per kilogram.
Kondisi harga tersebut sebenarnya sedikit membaik jika dibandingkan dengan sepekan sebelumnya. Pada pekan lalu, harga komoditas hewani ini sempat merosot tajam hingga menyentuh angka Rp19.000 per kilogram.
Salah satu peternak mengatakan menurunnya harga jual telur saat ini justru berbanding terbalik dengan harga pakan yang terus melonjak. Fenomena pelik tersebut pada akhirnya menyebabkan penurunan pendapatan yang cukup signifikan bagi para peternak lokal.
Baca Selengkapnya: https://rri.co.id/cirebon/regional/2569009/harga-pakan-naik-dan-telur-anjlok-bebani-peternak-indramayu
MAJALENGKA
Cahaya biru yang melesat cepat di langit Kabupaten Majalengka pada Sabtu (11/7/2026) malam membuat sejumlah warga terkejut. Objek bercahaya itu hanya terlihat selama beberapa detik sebelum menghilang.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan fenomena tersebut merupakan meteor besar yang memasuki atmosfer Bumi dan melintasi sejumlah wilayah di Pulau Jawa.
Berdasarkan rangkaian laporan dari berbagai daerah, meteor itu terdeteksi mulai dari kawasan Laut Jawa, melintasi Jawa Barat hingga Yogyakarta, kemudian diperkirakan jatuh di Samudera Hindia, tepatnya di selatan Jawa Timur hingga Bali.
Baca Selengkapnya: https://bandung.kompas.com/read/2026/07/14/074028378/brin-ungkap-asal-cahaya-biru-di-majalengka-meteor-diduga-jatuh-di-samudera
KUNINGAN
Kabupaten Kuningan mencetak lompatan besar dalam menyukseskan program pengentasan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Memasuki tahun 2026, kuota Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat melonjak tajam hingga menyentuh angka 1.293 unit. Angka ini melompat hampir sepuluh kali lipat daripada realisasi tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata hanya berkisar 100 unit rumah saja.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Kuningan, Dr. H. Deni Hamdani, S.Sos., M.Si. mengaku sangat optimistis mampu membebaskan Kuningan dari rumah tidak layak huni pada 2028 jika seluruh elemen masyarakat bergerak bersama secara simultan.
Baca Selengkapnya: https://fokusjabar.id/2026/07/14/dukung-program-3-juta-rumah-pemkab-kuningan-targetkan-bebas-rtlh-pada-2028/