DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - SENIN, 13 JULI 2026
NASIONAL
Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu penggerak utama siklus pertumbuhan ekonomi ASEAN dalam dekade mendatang.
Bersama Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam, Indonesia masuk dalam kelompok "Fabulous Five", yakni lima ekonomi yang dinilai memiliki kombinasi kekuatan demografi, kapasitas industri, ketahanan makroekonomi, dan kredibilitas kebijakan untuk menopang pertumbuhan kawasan.
Ekonom Global Juwai IQI Shan Saeed mengatakan, pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara ke depan tidak lagi akan ditentukan oleh satu negara atau satu sektor unggulan. Sebaliknya, dinamika kawasan akan dibentuk oleh lima ekonomi terbesar ASEAN yang memiliki karakteristik saling melengkapi.
Baca Selengkapnya: https://money.kompas.com/read/2026/07/13/081800126/indonesia-masuk-fabulous-five-jadi-motor-pertumbuhan-ekonomi-asean
KOTA CIREBON
Pemerintah Kota Cirebon mewajibkan setiap kelurahan memiliki satu lokasi percontohan pengelolaan sampah terpadu sebagai upaya menuntaskan persoalan sampah dari sumbernya sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari konsep pengelolaan sampah yang diusung pemerintah daerah.
Menurutnya, setiap kelurahan akan didampingi dalam menerapkan pengelolaan sampah terpadu melalui sistem pembinaan yang melibatkan perangkat daerah dan fasilitator.
Baca Selengkapnya: https://jabar.antaranews.com/berita/698925/kota-cirebon-wajibkan-tiap-kelurahan-kelola-sampah-terpadu
KABUPATEN CIREBON
Kelompok Tani Mangga Sari dari Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon berhasil menembus jaringan ritel modern nasional. Kelompok tani tersebut kini resmi menjadi supplier Indomaret, membuka peluang pemasaran yang lebih luas sekaligus memberikan harapan baru bagi petani mangga di daerah.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa hasil pertanian desa mampu bersaing di pasar modern apabila dikelola secara profesional, menjaga kualitas produk, serta didukung kerja sama yang kuat antara petani dan pemerintah.
Kepala Divisi Pemasaran Kelompok Tani Mangga Sari, Aan Karyono, mengungkapkan status kelompok tani kini telah resmi terdaftar sebagai supplier sehingga tidak lagi diposisikan sebagai pengepul atau pemasok tidak langsung.
Baca Selengkapnya: https://radarcirebon.disway.id/kabupaten-cirebon/read/225035/inspiratif-kelompok-tani-mangga-sari-belawa-berhasil-tembus-pasar-ritel-modern-nasional
INDRAMAYU
Di sudut Desa Jatimunggul, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, telah berdiri kokoh sebuah instalasi modern seluas 200 meter persegi yang dinamakan Smart Green House. Di sana ada sepuluh petani melon yang tergabung dalam Kelompok Tani Jati Bening yang kini mulai bertransformasi dari pertanian konvensional menjadi pertanian modern.
Smart Green House mampu menampung hingga sebanyak 480 tanaman melon. Namun, keistimewaan sesungguhnya terletak pada teknologi Internet of Things (IoT) auto dosing yang mengendalikan instalasi tersebut. Teknologi ini memungkinkan petani bisa mengatur air dan pupuk secara ideal untuk nutrisi tanaman, sehingga mampu mengoptimalkan hasil panen.
Lewat teknologi ini, petani diproyeksikan mampu menghasilkan hingga dua buah melon pada setiap pohonnya, dengan bobot satu buahnya bisa mencapai 1,5 kilogram.
Baca Selengkapnya: https://regional.kompas.com/read/2026/07/12/162123178/tinggalkan-cara-konvensional-petani-melon-di-indramayu-ini-manfaatkan-iot?page=all
MAJALENGKA
Rencana menghadirkan aliran listrik ke Kabupaten Majalengka ternyata sudah muncul sejak masa Hindia Belanda. Hal itu terungkap dari arsip koran Surat Kabar Hindia Belanda yang terbit pada 16 Mei 1936 berjudul Het Licht van Madjalengka atau Cahaya untuk Majalengka.
Dalam pemberitaan tersebut dijelaskan, pemerintah kolonial tengah membahas proyek elektrifikasi untuk Majalengka beserta wilayah sekitarnya. Bahkan, terdapat dua skema yang dipertimbangkan untuk mewujudkan rencana tersebut. Koran tersebut membuka laporannya dengan kabar baik bagi masyarakat Majalengka.
Dalam berita itu disebutkan pula, dua perusahaan ikut dalam pembahasan sebagai calon pemasok tenaga listrik, yakni N.I. Gas Maatschappij dan G.E.B.E.O. Rencana yang dibahas bukan hanya untuk Majalengka bagian kota saja, tetapi juga mencakup Kadipaten dan Djatiwangi.
Baca Selengkapnya: https://www.detik.com/jabar/cirebon-raya/d-8561444/cikal-bakal-listrik-di-majalengka-sudah-dirancang-sebelum-merdeka#google_vignette
KUNINGAN
Pemerintah Kabupaten Kuningan mengalokasikan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) seluas 22.588 hektare dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2026-2046 untuk menjaga lahan pertanian produktif.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar dalam keterangannya mengatakan kebijakan tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan daerah yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan lingkungan.
Menurutnya, RTRW 2026-2046 disusun untuk menyesuaikan dinamika pembangunan, mengakomodasi kebijakan nasional, serta membuka peluang investasi yang tetap memperhatikan daya dukung lingkungan.
Baca Selengkapnya: https://jabar.antaranews.com/berita/698939/kabupaten-kuningan-alokasikan-lp2b-22588-hektare-dalam-rtrw