DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - JUM’AT, 26 JUNI 2026
NASIONAL
• Rupiah Melemah Hampir ke Rp 18.000 Meski Pemerintah Tebar Optimisme soal Pasokan Minyak & Ekonomi RI
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup menguat pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 17.942 pada Kamis, 25 Juni 2026. Posisi rupiah itu menguat 13 poin dari kurs sebelumnya di level 17.955 pada perdagangan Rabu, 24 Juni 2026.
Sementara perdagangan di pasar spot pada Jumat, 26 Juni 2026 hingga pukul 09.02 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.987 per dolar AS. Posisi itu melemah 44 poin atau 0,25 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.943 per dolar AS.
Baca Selengkapnya: https://www.viva.co.id/amp/bisnis/1908885-rupiah-melemah-hampir-ke-rp-18000-meski-pemerintah-tebar-optimisme-soal-pasokan-minyak-ekonomi-ri
KOTA CIREBON
• Hadirkan Gerakan Pangan Murah, Wali Kota Pastikan Ketersediaan dan Stabilitas Pangan
Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui penyediaan pangan yang mudah dijangkau masyarakat. Salah satunya diwujudkan dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Cirebon ke-599 yang berlangsung di Lapangan Bola Kesambi Dalam.
Beragam komoditas tersedia dalam GPM, mulai dari beras premium, beras SPHP, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, telur, daging, hingga ikan segar. Selain itu, sejumlah komoditas hortikultura seperti cabai, bawang merah, bawang putih, dan tomat juga dijual dengan harga yang lebih terjangkau sehingga membantu meringankan pengeluaran rumah tangga.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo mengatakan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu strategi pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok sekaligus memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan dengan harga yang wajar.
Baca Selengkapnya: https://cirebonkota.go.id/berita/hadirkan-gerakan-pangan-murah-wali-kota-pastikan-ketersediaan-dan-stabilitas-pangan
KABUPATEN CIREBON
• Program Jargas Kabupaten Cirebon Dimulai Pekan Depan
Proses pembangunan Jaringan Gas Bumi (Jargas) untuk rumah tangga di Kabupaten Cirebon pada tahap pertama memasuki tahap penandaan ke rumah-rumah warga sasaran pemasangan.
Program jargas di Kabupaten Cirebon ini menjadi yang terbanyak di Pulau Jawa dengan total target pemasangan baru sekitar 158.100, yang dilakukan secara bertahap dari tahun 2026 sampai 2029 di 12 kecamatan.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Cirebon, Nanan Abdul Manan, mengatakan, target pemasangan jargas tersebut terbagi dalam dua tahap. Untuk tahap pertama, dari mulai pemasangan hingga bisa jargas menyala dan bisa digunakan warga ditargetkan selama 6 bulan di tahun 2026 ini.
Baca Selengkapnya: https://suaracirebon.com/2026/06/25/program-jargas-kabupaten-cirebon-dimulai-pekan-depan/
INDRAMAYU
• Indramayu Ingin Kurangi Ketergantungan Migas
Pemerintah Kabupaten Indramayu mulai mendorong sektor industri petrokimia sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di tengah tingginya ketergantungan daerah itu terhadap sektor minyak dan gas bumi (migas).
Langkah tersebut mengemuka seiring dimulainya pembangunan Proyek Polypropylene Plant Balongan (PPB) milik PT Polytama Propindo yang digadang-gadang memperkuat rantai industri petrokimia nasional sekaligus membuka peluang tumbuhnya industri hilir di kawasan Balongan.
Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan investasi di sektor petrokimia memiliki arti penting bagi upaya diversifikasi ekonomi daerah. Selama ini, aktivitas ekonomi Indramayu identik dengan sektor migas yang ditopang keberadaan kilang minyak Balongan.
Karena itu, hadirnya industri petrokimia dinilai dapat memperluas basis ekonomi sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru.
Baca Selengkapnya: https://bandung.bisnis.com/read/20260625/549/1983261/indramayu-ingin-kurangi-ketergantungan-migas
MAJALENGKA
• Harga Gabah di Majalengka Tembus Rp 7.900 per Kg, Petani Untung Penggilingan Tertekan
Harga gabah kering pungut (GKP) di sejumlah wilayah di Kabupaten Majalengka mulai naik mencapai Rp 7.800 hingga Rp 7.900 per kilogram. Harga tersebut cukup menguntungkan para petani yang kini memasuki musim panen masa tanam (MT) II, seperti di sebagian wilayah Kecamatan Panyingkiran.
Harga tersebut jauh melebihi harga gabah pembelian Bulog terhadap petani yang harganya Rp 6.500 per kilogram.
Tingginya harga GKP ini disambut gembira oleh para petani padi, karena keuntungan yang mereka raih lebih tinggi dibandingkan biasanya. Perolehan dari hasil derep (upah panen) pun bisa lumayan jika gabahnya terjual.
Baca Selengkapnya: https://koran.pikiran-rakyat.com/news/pr-30310294461/harga-gabah-di-majalengka-tembus-rp-7900-per-kg-petani-untung-penggilingan-tertekan
KUNINGAN
• Setahun Berbenah, Kabupaten Kuningan Berhasil Raih Kembali Opini WTP dari BPK RI
Pemerintah Kabupaten Kuningan berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Capaian ini menjadi bukti keberhasilan pemerintah daerah dalam melakukan pembenahan tata kelola keuangan setelah sebelumnya menerima opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) pada LKPD Tahun Anggaran 2024.
Perolehan opini WTP tersebut menjadi momentum penting bagi Kabupaten Kuningan karena menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengelolaan keuangan daerah selama satu tahun terakhir.
Baca Selengkapnya: https://wartajabar.online/2026/06/25/setahun-berbenah-kuningan-sukses-raih-opini-wtp-dari-bpk-ri-tahun-2025/