DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - JUM’AT, 19 JUNI 2026

DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - JUM’AT, 19 JUNI 2026

NASIONAL

• Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 18.000 per Dollar AS, Kebijakan Moneter BI Tak Mempan?

Nilai tukar rupiah diperkirakan masih dibayangi risiko pelemahan hingga menyentuh level Rp 18.000 per dollar AS, meski Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin (bps) dalam kurun waktu kurang dari satu bulan pada 2026. Bank sentral Indonesia lebih dulu menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin pada 20 Mei 2026. Selanjutnya, BI kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada 9 Juni 2026.

Kenaikan berikutnya diputuskan pada 18 Juni 2026. BI kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin. Dengan demikian, total kenaikan suku bunga acuan mencapai 100 basis poin dalam waktu kurang dari satu bulan.

Secara teoritis, kenaikan BI Rate dapat memperkuat dan menstabilkan nilai tukar rupiah, meski dampaknya tidak selalu langsung terlihat di pasar. Ketika Bank Indonesia menaikkan suku bunga, aset keuangan berdenominasi rupiah seperti deposito, obligasi pemerintah, dan instrumen pasar uang menjadi lebih menarik karena menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi. 

Kondisi tersebut dapat mendorong investor asing maupun domestik menempatkan dananya di Indonesia.

Baca Selengkapnya: https://money.kompas.com/read/2026/06/19/080829126/rupiah-terancam-anjlok-ke-rp-18000-per-dollar-as-kebijakan-moneter-bi-tak


KOTA CIREBON

• Pelabuhan Cirebon Dinilai Masih Vital, Roberth Rouw Dorong Penguatan Konektivitas Logistik

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw menilai Pelabuhan Cirebon memiliki potensi strategis yang besar untuk terus menggerakkan perekonomian daerah di masa depan. Untuk itu, ia mendorong agar optimalisasi pelabuhan tersebut dapat difokuskan pada peningkatan volume perdagangan komoditas antarpulau di Indonesia.

Ia menambahkan, kegiatan logistik di pelabuhan legendaris tersebut saat ini terbukti masih sangat aktif dan memiliki denyut nadi yang vital. Roberth menyebutkan bahwa bersandarnya tujuh kapal tongkang setiap harinya menjadi bukti nyata bahwa Pelabuhan Cirebon masih menjadi jalur distribusi logistik nasional yang penting.

Selain itu, keberhasilan Pelabuhan Cirebon dalam beberapa bulan terakhir juga diukur dari perannya sebagai pintu keluar utama bagi distribusi komoditas beras. Cirebon yang saat ini mengalami surplus beras berhasil menyalurkan komoditasnya ke berbagai wilayah di luar pulau melalui jalur laut yang dikelola oleh Bulog.

Melihat besarnya potensi perputaran ekonomi tersebut, Roberth mengingatkan agar kehadiran Pelabuhan Patimban yang bertaraf internasional di Jawa Barat tidak sampai mematikan pergerakan logistik di Pelabuhan Cirebon.

Baca Selengkapnya: https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Pelabuhan-Cirebon-Dinilai-Masih-Vital-Roberth-Rouw-Dorong-Penguatan-Konektivitas-Logistik-66190


KABUPATEN CIREBON

• Capaian PBB-P2 Kabupaten Cirebon Baru 35 Persen, Bapenda: Oktober, Lunas 100 Persen

Realisasi pendapatan dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Cirebon hingga pertengahan Juni 2026 masih berada di angka 35 persen dari target yang ditetapkan. 

Kondisi tersebut mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cirebon menggelar rapat evaluasi bersama para camat guna mempercepat pencapaian target pendapatan daerah.

Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi Pendapatan Bapenda Kabupaten Cirebon Anne Sri Mulyani mengungkapkan, hingga 12 Juni 2026 realisasi penerimaan PBB-P2 baru mencapai lebih dari Rp16 miliar atau sekitar 35 persen dari target tahunan.

Menurutnya, capaian tersebut masih perlu ditingkatkan karena terdapat sejumlah kecamatan yang realisasinya masih jauh dari target. Meski demikian, beberapa kecamatan telah menunjukkan kinerja yang cukup baik dengan capaian di atas rata-rata.

Baca Selengkapnya: https://www.inilahkoran.id/capaian-pbb-p2-kabupaten-cirebon-baru-35-persen-bapenda-oktober-lunas-100-persen/amp


INDRAMAYU

• HLM TPID & TP2DD 2026, Indramayu Perkuat Strategi Kendali Inflasi & Akselerasi Digitalisasi Daerah

Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Bank Indonesia menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2026.

Kegiatan digelar untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta mempercepat transformasi digital guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Menurut Bupati Lucky, berbagai langkah strategis terus dilakukan untuk mengendalikan inflasi. Di antaranya penyelenggaraan gerakan pasar murah, operasi pasar bersubsidi (OPADI), serta mendorong masyarakat menanam cabai guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok.

Selain itu, Bupati Lucky Hakim juga menegaskan pentingnya percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) sebagai upaya meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta optimalisasi pendapatan daerah.

Baca Selengkapnya: https://diskominfo.indramayukab.go.id/berita/detail/hlm-tpid--tp2dd-2026-indramayu-perkuat-strategi-kendali-inflasi--akselerasi-digitalisasi-daerah


MAJALENGKA

• Program Gentengisasi, Permintaan Genteng di Majalengka Meningkat

Penjualan genteng di Majalengka mengalami peningkatan usai Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Program Gentengisasi. Program tersebut memberikan dampak nyata untuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM); dan membuka lapangan kerja untuk masyarakat sekitar.

Salah satu pemilik usaha genteng mengatakan usaha genteng kembali menggeliat dengan Program Gentengisasi padahal dalam 10 tahun terakhir, usaha sepi. Biasanya ia kesulitan untuk menjual 6.000 hingga 8.000 genteng dalam sepekan, kini mampu menjual hingga 15.000 genteng.

Ia mengaku tingginya permintaan maka pihaknya menambah mesin untuk memproduksi genteng dari dua menjadi enam unit. Ia juga membutuhkan lebih banyak tenaga kerja untuk memenuhi pemesanan genteng.

Baca Selengkapnya: https://rri.co.id/regional/2502027/program-gentengisasi-permintaan-genteng-di-majalengka-meningkat#google_vignette


KUNINGAN

• Lapas Kuningan Panen Melon Hasil Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan memanen hasil pertanian melon dari program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kamis 18 Juni 2026. Melon yang dipanen merupakan hasil program pembinaan kemandirian bidang pertanian yang dikelola warga binaan dengan pendampingan petugas.

Dari kegiatan panen itu, Lapas Kuningan berhasil menghasilkan sekitar 20 kilogram melon. Hasil tersebut menjadi salah satu bukti pelaksanaan pembinaan keterampilan produktif bagi warga binaan.

Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan Sukarno Ali mengatakan, kegiatan pertanian melalui SAE menjadi bagian dari upaya penguatan pembinaan kemandirian sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Baca Selengkapnya: https://rri.co.id/cirebon/hukum/hukum/2501603/lapas-kuningan-panen-melon-hasil-pembinaan-kemandirian-warga-binaan


No documents
No comments

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirim komentar dan like
Login