DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - SELASA, 19 MEI 2026
NASIONAL
• Rupiah Melemah, Ancaman PHK Mengintai, KSPSI Minta Pemerintah Kurangi Ketergantungan Impor
Pelemahan rupiah terhadap dollar AS hingga menyentuh Rp 17.668 dinilai menjadi alarm serius bagi perekonomian nasional. Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) meminta pemerintah segera mengurangi ketergantungan terhadap impor dan memperkuat produksi dalam negeri agar tekanan terhadap rupiah, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak semakin meluas.
Wakil Ketua Umum KSPSI Pimpinan Yorrys Raweyai, Arnod Sihite, mengatakan penguatan produksi nasional harus menjadi strategi utama untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, stabilitas rupiah, dan pembukaan lapangan kerja.
Menurut Arnod, pelemahan rupiah menunjukkan Indonesia masih terlalu bergantung pada impor pangan maupun kebutuhan industri.
Ketika kurs rupiah melemah, biaya impor ikut meningkat sehingga harga kebutuhan pokok naik, biaya produksi industri membesar, dan daya beli masyarakat tertekan.
Baca Selengkapnya: https://money.kompas.com/read/2026/05/19/080000326/rupiah-melemah-ancaman-phk-mengintai-kspsi-minta-pemerintah-kurangi
KOTA CIREBON
• Petani Kota Cirebon Harapkan Koperasi Bantu Distribusi dan Pemasaran Panen
Petani Kota Cirebon menilai distribusi hasil panen saat ini masih berjalan lancar tanpa armada pengangkutan khusus. Kondisi tersebut dipengaruhi jarak distribusi hasil pertanian yang relatif dekat antarwilayah pemasaran Kota Cirebon sekarang ini.
Kelompok Tani Kota Cirebon, Moch Buchori, mengatakan petani masih menggunakan kendaraan pribadi mengangkut hasil panen sehari-harinya. Menurutnya, penggunaan sepeda motor dinilai cukup membantu distribusi hasil pertanian skala kecil wilayah perkotaan saat ini.
Buchori mengatakan kebutuhan gudang penyimpanan hasil pertanian wilayah Kota Cirebon hingga kini masih tergolong cukup aman. Namun demikian, keterbatasan lahan pertanian perkotaan membuat kapasitas penyimpanan hasil panen tidak terlalu besar sekarang ini.
Baca Selengkapnya: https://rri.co.id/cirebon/regional/2422007/petani-kota-cirebon-harapkan-koperasi-bantu-distribusi-dan-pemasaran-panen#google_vignette
KABUPATEN CIREBON
• SRC Bina Ribuan UMKM Cirebon Lewat Digitalisasi Toko
Upaya pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Salah satu program yang berfokus pada pengembangan UMKM dijalankan melalui jaringan toko kelontong Sampoerna Retail Community (SRC).
Program yang berada di bawah inisiatif keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia oleh PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) itu berfokus pada peningkatan daya saing toko tradisional melalui digitalisasi dan pendampingan usaha.
Di Kabupaten Cirebon, kegiatan tersebut dihadiri 150 perwakilan toko anggota SRC dari tiga paguyuban besar SRC di wilayah tersebut.
Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan mengapresiasi kontribusi program pembinaan UMKM yang dinilai telah memberikan dampak terhadap perkembangan ekonomi lokal di wilayahnya.
Baca Selengkapnya: https://money.kompas.com/read/2026/05/18/211023526/src-bina-ribuan-umkm-cirebon-lewat-digitalisasi-toko
INDRAMAYU
• KTNA Indramayu Dukung Modernisasi Pertanian PM-AAS, Produktivitas Padi Capai 10 Ton per Hektare
Langkah kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu bersama Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) dalam menerapkan sistem modernisasi sektor pertanian melalui penerapan Sistem Pertanian Modern Agriculture Advance System (PM-AAS) yang di uji cobakan di area Pertanian Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi.
Ketua KTNA Kabupaten Indramayu, H Sutatang mengatakan, dengan hasil produktivitas hasil panen yang diatas rata-rata yakni mencapai 10 ton per hektar ini, karena apabila normal gunakan sistem konvensional paling tinggi hasil panen mencapai 8,4 ton per hektar, hal ini tentunya berdampak pada meningkatnya hasil produktivitas padi di Kabupaten Indramayu yang merupakan daerah penghasil gabah terbanyak nasional.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim mengungkapkan, langkah modernisasi dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di tengah keterbatasan lahan sawah yang terus terancam berkurang akibat pembangunan. Sehingga pentingnya penataan kawasan agar lahan pertanian tetap terjaga dan tidak bercampur dengan kawasan industri.
Baca Selengkapnya: https://radarcirebon.disway.id/amp/221055/ktna-indramayu-dukung-modernisasi-pertanian-pm-aas-produktivitas-padi-capai-10-ton-per-hektare
MAJALENGKA
• Majalengka Masifkan Operasi Pasar Beras untuk Stabilkan Harga
Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, memasifkan kegiatan operasi pasar beras murah di empat pasar daerah guna menjaga stabilitas harga pangan dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok.
Operasi pasar murah digelar di Pasar Kadipaten, Cigasong, Talaga, dan Prapatan Sumberjaya yang menjadi pusat aktivitas perdagangan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah daerah menyediakan sebanyak 10 ton beras medium di setiap titik pasar guna memenuhi kebutuhan warga selama pelaksanaan program berlangsung.
Baca Selengkapnya: https://jabar.antaranews.com/amp/berita/693325/majalengka-masifkan-operasi-pasar-beras-untuk-stabilkan-harga
KUNINGAN
• Ribuan Koperasi Merah Putih Mulai Beroperasi, Kuningan Siapkan Penguatan Ekonomi
Pemerintah pusat mempercepat pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai instrumen baru penguatan ekonomi desa.
Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 1.061 koperasi telah dioperasikan di berbagai daerah, sementara pemerintah menargetkan lebih dari 30 ribu unit dapat berjalan penuh sebelum Agustus mendatang.
Di Kabupaten Kuningan, konsolidasi program mulai dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga pemerintah desa. Fokus program diarahkan pada penguatan ekonomi kerakyatan, distribusi pangan, serta pengembangan usaha masyarakat desa.
Baca Selengkapnya: https://rri.co.id/cirebon/asta-cita/2422585/ribuan-koperasi-merah-putih-mulai-beroperasi-kuningan-siapkan-penguatan-ekonomi