DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - JUM’AT, 8 MEI 2026
NASIONAL
• Rupiah Melemah, Tekanan Ekonomi ke Masyarakat Menguat
Pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati Rp 17.300 per dollar AS pada akhir April hingga awal Mei 2026 dinilai menjadi sinyal serius bagi ketahanan ekonomi Indonesia.
Kondisi tersebut disebut tidak hanya menekan pasar keuangan domestik, tetapi juga berpotensi memperbesar tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat di tengah kenaikan biaya energi dan keterbatasan ruang fiskal pemerintah.
Dalam periode yang sama, investor asing juga melakukan aksi jual bersih dalam jumlah besar di pasar keuangan domestik.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan apakah Indonesia sedang menghadapi ujian ketahanan ekonomi atau menuju fase awal krisis.
Baca Selengkapnya: https://money.kompas.com/read/2026/05/08/051500226/rupiah-melemah-tekanan-ekonomi-ke-masyarakat-menguat
KOTA CIREBON
• DKPPP Kota Cirebon Mengupayakan KWT untuk Mendukung Pasokan Program MBG
Pemerintah Kota Cirebon terus mendorong keterlibatan pelaku usaha dan kelompok tani lokal dalam mendukung rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya tersebut dilakukan meski karakteristik Kota Cirebon lebih dominan sebagai daerah perdagangan dan jasa dibandingkan sektor pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Cirebon Hj Elmi Masruroh, SP., M.Si., mengatakan kebutuhan pangan utama di Kota Cirebon sebagian besar masih dipasok dari luar daerah. Berdasarkan data yang dimiliki DKPPP, produksi beras lokal hanya mampu memenuhi sekitar 2,23 persen kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan sebagian besar kebutuhan MBG saat ini masih dipenuhi dari pasar induk di Kota Cirebon. Pasar Jagasatru menjadi pusat pasokan sayuran, sedangkan Pasar Pagi menjadi salah satu lokasi utama penyedia beras.
Baca Selengkapnya: https://rri.co.id/cirebon/asta-cita/2397160/dkppp-kota-cirebon-mengupayakan-kwt-untuk-mendukung-pasokan-program-mbg#google_vignette
KABUPATEN CIREBON
• Pemkab Cirebon Dukung Optimalisasi Aset Negara
Market Sounding dan Site Visit yang diselenggarakan Kementerian Keuangan RI di Hotel Luxton Cirebon merupakan forum sarana komunikasi antara pemerintah sebagai pengelola aset negara dengan investor untuk menjajaki peluang kerja sama pemanfaatan aset.
Melalui forum tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon menegaskan komitmennya dalam mendukung optimalisasi aset negara di kawasan Ciperna.
Wabup Agus Kurniawan menegaskan, manfaat program ini akan dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Cirebon. Mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan sektor pariwisata dan jasa.
Baca Selengkapnya: https://suaracirebon.com/2026/05/07/pemkab-cirebon-dukung-optimalisasi-aset-negara/
INDRAMAYU
• Inovasi Garam Kristal Indramayu Layak Dikembangkan
Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri menyebutkan inovasi produksi garam kristal oleh petani di Desa Juntinyuat, Indramayu, layak dikembangkan secara luas karena berpotensi meningkatkan produktivitas dan kualitas garam.
Ia mengatakan pemerintah sebelumnya telah mengembangkan sejumlah teknologi produksi garam, seperti geomembran dan teknik ulir, yang mampu meningkatkan produktivitas hingga sekitar 120 ton per hektare per tahun.
Rokhmin menilai inovasi yang dikembangkan di desa tersebut, berpotensi terus berkembang karena mampu memberikan keuntungan ekonomi bagi pelaku usaha garam.
Ia mengemukakan penerapan teknologi serupa di Indonesia masih terbatas dan baru ditemukan di beberapa wilayah di Indramayu, seperti Losarang dan Krangkeng.
Baca Selengkapnya: https://jabar.antaranews.com/amp/berita/692217/dpr-inovasi-garam-kristal-indramayu-layak-dikembangkan
MAJALENGKA
• Padi hingga Jagung Jadi Andalan Majalengka untuk Swasembada Pangan
Kabupaten Majalengka terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Produksi padi yang melimpah hingga komoditas jagung dan tebu menjadi andalan daerah ini untuk menjaga ketahanan pangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Majalengka Gatot Sulaeman mengatakan, produksi pangan terbesar di Majalengka masih didominasi sektor padi. Pada tahun 2025 lalu, total produksi padi di Majalengka mencapai 656.840 ton dari luas areal tanam sekitar 102.976 hektare.
Melimpahnya hasil panen membuat Majalengka kini berada dalam kondisi surplus beras. Dari total produksi gabah 656.840 ton, setelah dikonversi menjadi beras menghasilkan sekitar 420.509 ton.
Menurutnya, sebagian surplus hasil panen tersebut diserap Bulog hingga membuat gudang penyimpanan di Majalengka sempat penuh saat program serapan gabah petani berlangsung.
Baca Selengkapnya: https://www.detik.com/jabar/cirebon-raya/d-8479017/padi-hingga-jagung-jadi-andalan-majalengka-untuk-swasembada-pangan/amp
KUNINGAN
• Pemkab Kuningan Kembangkan Kelapa Jadi Komoditas Unggulan Daerah
Pemerintah Kabupaten Kuningan mengembangkan kelapa sebagai komoditas unggulan daerah tersebut untuk memperkuat ekonomi pedesaan dan meningkatkan nilai tambah bagi petani.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah mengatakan komoditas kelapa memiliki potensi besar karena tersebar di sejumlah wilayah dan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat pedesaan.
Ia menjelaskan pengembangan komoditas kelapa ke depan tidak hanya difokuskan pada peningkatan produksi, namun diarahkan untuk memperkuat hilirisasi dan kemitraan usaha agar petani memperoleh nilai tambah lebih besar.
Baca Selengkapnya: https://m.antaranews.com/amp/berita/5558124/pemkab-kuningan-kembangkan-kelapa-jadi-komoditas-unggulan-daerah