DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - SELASA, 21 APRIL 2026

DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - SELASA, 21 APRIL 2026

NASIONAL

• Jalan Menuju Kurs Rupiah Berdaulat

Posisi rupiah sebagai mata uang dengan nilai nominal terendah kelima di dunia versi Forbes Advisor pada April 2026 menjadi indikator krusial mengenai kondisi kredibilitas ekonomi nasional.  

Di level Rp17.141 per dolar AS, mata uang Garuda kini berada dalam daftar denominasi terendah global bersama mata uang dari negara dengan instabilitas ekonomi tinggi lainnya. 

Fenomena ini merupakan manifestasi dari akumulasi tekanan multifaktor yang menghantam pilar pertahanan ekonomi domestik. 

Baca Selengkapnya: https://money.kompas.com/read/2026/04/21/084400326/jalan-menuju-kurs-rupiah-berdaulat


KABUPATEN CIREBON

• UMKM Cirebon Diminta Siap Hadapi Lonjakan Biaya BBM Nonsubsidi dan LPG

Kenaikan harga BBM non-subsidi dan LPG mulai berdampak pada pelaku usaha. Kondisi ini diperkirakan akan terasa dalam beberapa waktu ke depan, termasuk bagi UMKM di Kabupaten Cirebon.

Ketua BPC HIPMI Kabupaten Cirebon, Ahud Roelyana, menyampaikan dampak belum terlihat secara langsung. Namun perubahan ekonomi diprediksi akan mulai dirasakan pelaku usaha dalam waktu dekat.

Sektor UMKM dinilai paling rentan terhadap perubahan harga energi dalam operasional usaha. Terutama usaha yang bergantung pada bahan bakar dalam aktivitas produksi sehari-hari.

Kondisi ini menuntut pelaku usaha lebih adaptif menghadapi perubahan ekonomi yang terjadi. 

Baca Selengkapnya: https://rri.co.id/cirebon/regional/2347386/umkm-cirebon-diminta-siap-hadapi-lonjakan-biaya-bbm-nonsubsidi-dan-lpg


INDRAMAYU

• Menkop Tinjau Pesisir Indramayu, Siapkan Kawasan Industri Perikanan Berbasis Koperasi

Kabupaten Indramayu menjadi salah satu daerah yang dilirik untuk pengembangan kawasan industri terintegrasi yang diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Upaya tersebut ditandai dengan kunjungan kerja Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Joko Juliantono, yang turun langsung meninjau sejumlah titik potensial di wilayah pesisir Indramayu. 

Dalam agenda tersebut, pemerintah pusat menggandeng pemerintah daerah untuk menyusun langkah konkret pengembangan ekonomi berbasis koperasi.

Baca Selengkapnya: https://kabarindramayu.pikiran-rakyat.com/indramayu/amp/pr-33310151682/menkop-tinjau-pesisir-indramayu-siapkan-kawasan-industri-perikanan-berbasis-koperasi


MAJALENGKA

• Desa Gunungkuning Jadi Laboratorium Hidup Ekosistem Keuangan Inklusif Pertama di Majalengka

Desa Gunungkuning di Kecamatan Sindang Kabupaten Majalengka telah resmi menyandang status sebagai Laboratorium Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI). Model kolaborasi ini menyatukan sektor pariwisata, penguatan UMKM, dan akses keuangan formal dalam satu sistem yang terintegrasi.

Melalui status EKI, masyarakat setempat kini memiliki posisi tawar yang lebih kuat dan tidak lagi sekadar menjadi penonton di tengah pesatnya kunjungan wisata.

Misi utama pembentukan EKI di Gunungkuning adalah memutus rantai ketergantungan warga terhadap pinjaman online (pinjol) ilegal dan praktik rentenir atau “bank emok”. Melalui sinergi dengan perbankan, pemerintah menghadirkan layanan langsung ke desa, mulai dari kredit bunga rendah (0,5% per bulan) hingga program Tabungan Pelajar (Simpel).

Baca Selengkapnya: https://fokusjabar.id/2026/04/20/desa-gunungkuning-jadi-laboratorium-hidup-ekosistem-keuangan-inklusif-pertama-di-majalengka/


KUNINGAN

• Pemkab Kuningan Bantu Pengembangan Komoditas Kopi untuk Ekspor

Pemerintah Kabupaten Kuningan membantu pengembangan kopi hasil panen petani di daerah tersebut melalui penguatan kualitas, tata kelola, dan kesiapan pasar agar mampu diekspor dalam jumlah banyak.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kuningan, Wahyu Hidayah mengatakan pengembangan kopi dilakukan secara bertahap dari hulu hingga hilir dengan fokus utama pada peningkatan mutu dan kapasitas petani.

Ia menyebutkan berkat dukungan pemerintah daerah, tren produksi kopi di Kuningan menunjukkan peningkatan signifikan, terutama untuk jenis robusta yang mencapai 1.173,39 ton pada 2025 atau naik dari 726,03 ton pada 2024. Sementara itu, produksi kopi arabika relatif stabil dengan produktivitas sekitar 900 kilogram per hektare.

Baca Selengkapnya: https://jabar.antaranews.com/amp/berita/690121/pemkab-kuningan-bantu-pengembangan-komoditas-kopi-untuk-ekspor


No documents
No comments

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirim komentar dan like
Login