DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - SENIN, 2 FEBRUARI 2026
NASIONAL
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 8.329 pada akhir perdagangan. IHSG naik 1,18 persen pada hari itu. Pergerakan sepekan menunjukkan pelemahan 6,94 persen dibandingkan penutupan pekan sebelumnya.
Tekanan pasar tercermin dari arus dana asing. Investor asing mencatatkan penjualan bersih atau outflow sebesar Rp 15,7 triliun di pasar reguler sepanjang sepekan terakhir.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas atau IPOT, David Kurniawan menilai pelemahan tajam IHSG muncul dari kombinasi sentimen global dan domestik. Dua faktor tersebut muncul bersamaan dan menekan pasar keuangan nasional.
Sentimen global datang dari meningkatnya ketidakpastian greenland trade war. Sentimen domestik datang dari keputusan Morgan Stanley Capital International atau MSCI. MSCI mengumumkan Interim Freeze yang berlaku segera. Keputusan ini memicu gejolak signifikan di pasar Indonesia.
Baca Selengkapnya: https://money.kompas.com/read/2026/02/02/074820126/outflow-asing-tembus-rp-157-triliun-bagaimana-pergerakan-ihsg-sepekan-ke-depan
KOTA CIREBON
Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono, menilai Kota Cirebon layak dijadikan contoh. Hal itu terkait dalam persoalan menjaga harmoni sosial dan keberagaman. Tentunya, di tengah dinamika masyarakat Jawa Barat yang terus berkembang.
Menurut Ono, stabilitas sosial di Kota Cirebon relatif terjaga. Terutama dalam konteks toleransi antarumat beragama dan kehidupan sosial masyarakat yang inklusif.
Dia menilai, kondisi tersebut merupakan modal sosial yang sangat berharga dan perlu dijaga secara bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat. Termasuk pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan warga.
Baca Selengkapnya: https://www.inilahkoran.id/ono-surono-nilai-kota-cirebon-jadi-teladan-harmoni-keberagaman-di-jabar/amp
KABUPATEN CIREBON
Pemerintah memastikan pasokan bawang merah dari Cirebon dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Bulan Puasa hingga Lebaran.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Sunusi mengatakan produktivitas bawang merah di Kecamatan Pangenan rata-rata mencapai 10 ton per hektare.
Angka tersebut dinilai cukup tinggi di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut Agung, Dinas Pertanian dan Champion Bawang Merah Kabupaten Cirebon, hingga menjelang Lebaran, Kabupaten Cirebon memiliki sekitar 350 hektare lahan bawang merah siap panen yang tersebar di empat kecamatan sentra produksi.
Baca Selengkapnya: https://rm.id/amp/baca-berita/government-action/299242/panen-raya-di-cirebon-kementan-pastikan-harga-bawang-merah-aman-hadapi-puasa-dan-lebaran
INDRAMAYU
Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mengintensifkan upaya penanganan banjir yang kerap melanda wilayah perkotaan.
Salah satu langkah konkret dilakukan melalui peninjauan langsung kondisi saluran irigasi oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim di sejumlah titik strategis yang dinilai menjadi penyebab utama tersendatnya aliran air.
Dalam peninjauan tersebut, ditemukan kondisi saluran yang dipenuhi eceng gondok serta mengalami pendangkalan cukup parah.
Situasi ini dinilai berpotensi memperburuk banjir, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Baca Selengkapnya: https://kabarindramayu.pikiran-rakyat.com/indramayu/amp/pr-3339977275/eceng-gondok-dan-pendangkalan-picu-banjir-pemkab-indramayu-siapkan-normalisasi-drainase
MAJALENGKA
Data Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) mencatat, gunung ini memiliki 97 mata air dengan total debit mencapai 9.057,61 liter per detik. Sebaran mata air ini terbagi antara wilayah Kuningan (63 mata air) dan Majalengka (34 mata air).
Keistimewaan 97 mata air ini adalah keberadaannya di kawasan hutan Gunung Ciremai yang vegetasinya masih alami. Hal ini memastikan mata air tersebut tidak pernah kering, bahkan saat musim kemarau melanda. Air dari mata air ini mengalir langsung ke 9 Daerah Aliran Sungai (DAS), termasuk Cisanggarung, Cimanuk, dan Ciwaringin.
Humas TNGC, Ady Sularso, menjelaskan sistem pembagian pemanfaatan air dari sumber-sumber mata air tersebut. Alokasinya adalah 50% air kembali ke alam, 30% untuk keperluan non-komersial, dan 20% untuk kepentingan komersial.
Baca Selengkapnya: https://www.infonasional.com/gunung-ciremai-pasok-air-kuningan
KUNINGAN
Pemerintah Kabupaten Kuningan mengoptimalkan pengelolaan aset lahan milik daerah untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui kerja sama dengan PT Rumah Tani Nusantara.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mengelola aset secara produktif dan berorientasi hasil.
Dalam kerja sama tersebut, lahan yang dioptimalkan pengelolaannya meliputi sawah seluas sekitar 11,5 hektare dan lahan perkebunan sekitar 5,8 hektare milik pemerintah daerah.
Ia menilai sektor pertanian masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara modern, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi daerah dan masyarakat.
Baca Selengkapnya: https://www.neraca.co.id/article/232349/pemkab-kuningan-optimalkan-kelola-aset-lahan-untuk-ketahanan-pangan